Bappeda Kukar Siapkan Penataan Kelembagaan Pemerintahan, Mulai Struktur Organisasi hingga Operasional Program
Kabid Perencanaan Pengendalian Pembangunan Daerah
Bappeda Kukar Saiful Bahri (riz/poskotakaltim)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan langkah strategis untuk menata ulang kelembagaan pemerintahan daerah.
Penataan ini mencakup
pembenahan struktur organisasi hingga teknis operasional pelaksanaan program,
agar roda pemerintahan semakin efektif, efisien, dan responsif terhadap
kebutuhan masyarakat.
Kabid Perencanaan
Pengendalian Pembangunan Daerah Bappeda Kukar, Saiful Bahri mengatakan,
penataan kelembagaan menjadi salah satu agenda penting yang dibahas dalam
perencanaan pembangunan 2026.
Menurutnya, dinamika
kebijakan nasional, perkembangan daerah, serta tuntutan pelayanan publik
mengharuskan pemerintah daerah menyesuaikan kembali struktur kerja agar lebih
adaptif.
Ia menjelaskan, penataan
kelembagaan tidak hanya menyentuh pada perubahan struktur organisasi perangkat
daerah (OPD), tapi juga memperkuat mekanisme koordinasi antarinstansi.
Hal ini diperlukan untuk
memastikan setiap OPD memiliki peran yang jelas serta tidak terjadi tumpang
tindih kewenangan dalam pelaksanaan program.
Ia menegaskan, Bappeda
Kukar saat ini tengah melakukan kajian mendalam terkait efektivitas struktur
organisasi yang ada. Kajian tersebut mencakup evaluasi beban kerja, kebutuhan
sumber daya manusia, hingga relevansi fungsi dengan prioritas pembangunan
daerah.
“Semua harus disesuaikan
dengan arah kebijakan dan target pembangunan dalam RPJMD yang sedang disusun,”
tegas Saiful Bahri pada Poskotakaltimnes, di Tenggarong, Selasa (25/11/2025).
Selain struktur, aspek
operasional program juga menjadi perhatian utama.
Ia menuturkan bahwa
keberhasilan program pemerintah sangat ditentukan oleh sistem kerja yang
terukur dan terintegrasi. Untuk itu, Bappeda mendorong penyempurnaan SOP
program, tata kelola anggaran, serta mekanisme monitoring dan evaluasi agar
lebih kuat.
Ia menambahkan, penataan
operasional ini juga bertujuan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi
pemerintah daerah. Dengan sistem pelaksanaan program yang lebih jelas,
masyarakat dapat menilai secara langsung perkembangan pembangunan dan manfaat
dari setiap kebijakan yang dijalankan.
Upaya penataan kelembagaan
ini selaras dengan semangat reformasi birokrasi yang terus didorong pemerintah
pusat. Kukar sebagai daerah yang tengah memasuki momentum penting pembangunan.
Sehingga harus memastikan tata kelola pemerintahan berjalan modern dan
profesional.
Proses penataan
kelembagaan tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh OPD
dan stakeholders terkait. Bappeda juga membuka ruang diskusi agar setiap
instansi dapat memberikan masukan yang konstruktif terhadap penyempurnaan
struktur dan mekanisme kerja ke depan.
Dengan penataan
kelembagaan yang komprehensif ini, ia optimistis bahwa Pemkab Kukar akan
memiliki tata pemerintahaan yang lebih solid.
Hal ini diyakini dapat
memperkuat efektivitas pelaksanaan program pembangunan dan pada akhirnya
memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara.
(Adv/riz)