Menaker: Pelatihan Vokasi Kunci Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja
MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja, terutama melalui penguatan link and match atau kesesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.
“Di antara tantangan kita saat
ini adalah masih terdapat kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan
kebutuhan industri. Hal ini perlu dijembatani melalui pelatihan vokasi yang
berkualitas,” ujar Menaker Yassierli saat meninjau Pelatihan Vokasi Nasional
(PVN) Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
(BBPVP) Serang, Banten, Rabu (29/4/2026).
Menaker menekankan, program
pelatihan perlu terus diperkuat agar selaras dengan kebutuhan industri,
sehingga lulusannya siap kerja. Ia juga meminta instruktur meningkatkan
kualitas pembelajaran dan memastikan peserta memiliki keterampilan yang
dibutuhkan di dunia kerja.
Sejalan dengan upaya tersebut,
serapan kebekerjaan lulusan pelatihan vokasi di BBPVP Serang pada tahun 2025
tercatat mencapai 82 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pelatihan yang
dilaksanakan telah sesuai dengan kebutuhan industri. Menaker berharap capaian
tersebut dapat terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga para alumni pelatihan di
balai-balai Kemnaker semakin mampu memenuhi kebutuhan industri melalui
penguatan link and match.
Dalam kunjungan tersebut,
Menaker meninjau langsung sejumlah workshop pelatihan di BBPVP Serang untuk
memastikan kesesuaian proses pelatihan dengan kebutuhan industri. Ia juga
meninjau pelaksanaan pelatihan serta kegiatan walk in interview yang
mempertemukan langsung peserta dengan dunia usaha dan industri sebagai bagian
dari upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja.
Ia juga berdialog dengan
peserta pelatihan vokasi untuk menyerap aspirasi sekaligus mengetahui secara
langsung pengalaman mereka selama mengikuti pelatihan. Melalui dialog tersebut,
ia memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata
dalam meningkatkan keterampilan dan kesiapan peserta memasuki dunia kerja.
Salah satu peserta PVN,
Mohamad Adam Firdaus (24), mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda
selama mengikuti pelatihan di BBPVP Serang. Ia merupakan peserta pelatihan
Workshop Elektro Mechanical Utility.
“Fasilitas di sini mendukung,
instruktur juga sangat baik, dan materinya mudah dipahami. Bahkan, ada hal-hal
yang belum saya pelajari saat di SMK,” ujarnya.
Sebagai informasi, BBPVP
Serang menyelenggarakan PVN Batch I pada 7 kejuruan dengan total 18 program
yang disusun sesuai kebutuhan industri, meliputi Teknik Las, Teknik Listrik,
Manufaktur, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Bisnis dan Manajemen,
Fashion Technology, serta Teknologi Pengolahan Agroindustri.
Komposisi program pelatihan
mencakup 5 program di bidang Teknik Las, 5 program Teknik Listrik, 3 program
Manufaktur, 2 program TIK, 2 program Bisnis dan Manajemen, serta masing-masing
1 program pada Fashion Technology dan Teknologi Pengolahan Agroindustri.(pk)