DPRD Berau Dorong Gerakan Gemar Makan Ikan Cegah Stunting dan Tingkatkan Kualitas Generasi Muda

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kabupaten Berau dikenal sebagai daerah yang kaya akan hasil laut dan perikanan. Potensi tersebut tidak hanya menjadi sumber ekonomi masyarakat pesisir, tetapi juga dinilai dapat menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak di daerah.

 

Di tengah masih adanya persoalan stunting dan rendahnya kesadaran pola makan sehat di sebagian masyarakat, DPRD Berau mendorong gerakan gemar makan ikan terus digencarkan. Konsumsi ikan dinilai menjadi langkah sederhana namun memiliki dampak besar bagi tumbuh kembang anak dan kualitas generasi masa depan.

 

Dorongan itu disampaikan Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi ikan sejak usia dini perlu terus dibangun karena kandungan gizi di dalam ikan sangat baik untuk pertumbuhan fisik maupun perkembangan kecerdasan anak.

 

“Ikan memiliki kandungan protein dan nutrisi yang sangat baik untuk anak. Selain membantu pertumbuhan fisik, kandungan omega-3 juga penting untuk perkembangan otak,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, melimpahnya hasil perikanan di Berau seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak. Namun, hingga kini pola konsumsi ikan di sejumlah kalangan dinilai masih perlu ditingkatkan.

 

Menurut Subroto, persoalan gizi tidak boleh dipandang sebagai masalah sepele. Sebab, kualitas asupan makanan anak akan sangat menentukan kondisi kesehatan, kemampuan belajar, hingga daya saing mereka di masa mendatang. Karena itu, ia menilai gerakan gemar makan ikan harus menjadi budaya yang dibangun bersama, mulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah.

 

“Kalau ingin menciptakan generasi yang sehat dan cerdas, maka pola makan sehat harus dibiasakan sejak dini. Jangan sampai daerah yang kaya ikan justru masih memiliki anak-anak dengan asupan gizi yang kurang,” katanya.

 

Ia menegaskan, keluarga memiliki peran paling penting dalam membentuk kebiasaan makan anak. Orang tua dinilai harus mulai membiasakan menyajikan makanan sehat dan bergizi di rumah agar anak tidak terlalu bergantung pada makanan instan maupun cepat saji. Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya soal ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga bagaimana membangun pola konsumsi yang sehat di tengah perubahan gaya hidup masyarakat.

 

“Anak-anak sekarang lebih mudah tertarik makanan cepat saji. Karena itu, orang tua harus lebih aktif mengenalkan makanan sehat, termasuk ikan, supaya menjadi kebiasaan sehari-hari,” jelasnya.

 

Selain itu, Subroto juga mendorong adanya inovasi dalam pengolahan makanan berbahan dasar ikan agar lebih menarik bagi anak-anak. Ia menilai, ikan bisa diolah menjadi berbagai jenis menu kreatif yang tidak kalah menarik dibanding makanan modern lainnya. Dengan pengolahan yang tepat, ia optimistis anak-anak akan lebih menyukai makanan berbahan ikan tanpa merasa bosan.

 

“Kalau diolah dengan baik, ikan bisa menjadi makanan favorit anak-anak. Ini perlu didorong bersama supaya anak tidak selalu bergantung pada makanan cepat saji,” ucapnya.

 

Ia menambahkan, kampanye gemar makan ikan juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting yang hingga kini masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah di Berau. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan gizi yang cukup dan seimbang sejak dini.

 

Subroto menilai, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui pendidikan, tetapi juga harus dimulai dari kesehatan dan kecukupan gizi anak-anak. Sebab, anak yang sehat dan mendapatkan asupan gizi baik akan memiliki kemampuan belajar lebih optimal, pertumbuhan yang lebih baik, serta peluang lebih besar untuk berkembang di masa depan.

 

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan terus meningkat dan tidak hanya menjadi program sesaat.


“Anak-anak adalah aset masa depan daerah. Kalau sejak kecil gizinya terpenuhi dengan baik, tentu mereka bisa tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” pungkasnya. (sep/FN/Advertorial)