Aliansi Tiga Ormas Daerah Kembali Gelar Unjuk Rasa
Audiensi antara Aliansi Tiga Ormas Daerah dan DPC PDI-P Kukar. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Aliansi Tiga Ormas Daerah kembali menggelar aksi unjuk rasa damai, menyuarakan aspirasi terkait Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), melalui aksi jilid II yang digelar di kantor DPC PDI-P Kukar, Senin (25/5/2026).
Aksi diikuti sekitar 600 massa dari tiga ormas
daerah, Remaong Kutai Berjaya, Remaong Kutai Menamang, dan Banjar Kayuh
Baimbai.
Meski berlangsung cukup lama, situasi tetap
berjalan kondusif hingga akhirnya sejumlah perwakilan massa dipersilakan masuk
untuk melakukan audiensi bersama pengurus DPC PDI-P Kukar.
Usai audiensi, Ketua Aliansi Tiga Ormas
Daerah, Hebby Nurlan Arafat mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah DPC PDI
Perjuangan Kukar yang bersedia menerima massa aksi dan membuka ruang dialog
secara langsung.
“Alhamdulillah untuk hasil dari pertemuan di
dalam hari ini sudah mencapai kesepakatan. Kesepakatan dalam artian kawan-kawan
dari fraksi PDI-P yang ada di Kukar ini akan membawa tuntutan-tuntutan dalam
aksi hari ini ke pusat, artinya ke DPP,” ujarnya.
Menurut Hebby, aksi jilid II ini dilakukan
sebagai bentuk keseriusan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi yang
sebelumnya juga telah disuarakan pada aksi pertama di gedung DPRD Kukar
beberapa waktu lalu.
Ia menyebut pihaknya masih menunggu langkah
dan keputusan dari DPP PDI-P terkait tuntutan yang disampaikan.
“Jadi mungkin untuk jawaban kurang lebih tiga
hari. Yang jelas untuk tuntutan-tuntutan kemarin itu sudah ada dipegang,” kata
dia.
Ia menegaskan bahwa tuntutan utama massa aksi
tetap menginginkan adanya perubahan di kursi Ketua DPRD Kukar.
Menurutnya, hal tersebut merupakan aspirasi
yang lahir dari keresahan masyarakat.
Tak hanya itu, Hebby juga menyampaikan harapan
kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri agar dapat mendengar suara
masyarakat Kukar.
Ia menilai masyarakat datang membawa harapan
agar partai dapat menjaga nilai-nilai yang selama ini dikenal dekat dengan
partainya wong cilik.
“Kalau untuk DPP-nya lebih ke Ketua Umumnya,
Ibu Megawati Soekarnoputri yang terhormat, kami mohon di sini ada perwakilan
dari PDIP pusat. Kami datang ke sini sebagai masyarakat Kukar menyampaikan
keluhan kami, kami berkeluh kesah menyampaikan tuntutan kami,” ucapnya.
Ia juga menilai sejumlah pernyataan dan sikap
ketua DPRD belakangan ini telah memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat merasa nilai
perjuangan partai tidak lagi tercermin di daerah.
“Jadi sangat disayangkan sekali partai sebesar
PDI-P ini harus dinodai, dikotori, dicoreng oleh salah satu kader,” lanjutnya.
Ketika di tanya terkait aksi lanjutan,
menurutnya akan melihat perkembangan dan respons dari DPP PDI-P dalam beberapa
hari ke depan.
“Kalau diabaikan sama DPP, intinya kita tidak
akan berhenti di tengah jalan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Program
DPC PDI Perjuangan Kukar, Rahmad Darmawan mengatakan pihaknya menerima seluruh
aspirasi yang disampaikan massa aksi dan akan meneruskannya sesuai mekanisme
organisasi partai.
“Yang pada prinsipnya kami terbuka atas semua
masukan yang diberikan kepada kami di DPC PDI-P karena layaknya sebuah partai
yang di dalamnya banyak masyarakat juga yang menyampaikan aspirasi tentu kami
terima,” ujarnya.
Rahmad menjelaskan bahwa DPC PDI-P Kukar tidak
memiliki kewenangan untuk memutuskan pemberhentian kader maupun pimpinan DPRD.
“Karena di DPC PDI-P dalam regulasi dan
kewenangan tidak pada kaitannya untuk memberikan sanksi atau pemberhentian
seperti yang disampaikan oleh teman-teman, maka kami menyampaikan atau
meneruskan tuntutan dari teman-teman kepada DPD dan DPP PDI-P,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa evaluasi internal
terhadap Ahmad Yani telah beberapa kali dilakukan oleh fraksi, Dewan Kehormatan
Partai, maupun DPC PDI Perjuangan Kukar.
“Sudah, kita di fraksi sudah beberapa kali
memanggil dan menyampaikan beberapa aspirasi dari teman-teman kepada yang
bersangkutan. Bahkan Dewan Kehormatan juga sudah memanggil juga, DPC sudah
memanggil juga,” tutupnya. (kriz)