Viral Postingan Teror Pocong di Kukar Berawal dari Prank Anak-Anak

img

Postingan Teror pocong yang terjadi Kelurahan Loa Ipuh.

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Viralnya postingan mengenai teror pocong di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang sempat membuat warga resah ternyata berawal dari prank anak-anak di lingkungan RT 16 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.

Postingan yang menyebut adanya pocong mengetok pintu rumah warga itu dipastikan tidak benar dan hanya konten rekayasa menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), salah satunya ChatGPT.

Ketua RT 16 Kelurahan Loa Ipuh, Agus Faritno, mengatakan dirinya baru mengetahui asal mula postingan tersebut setelah ramai diperbincangkan warga.

Ia menjelaskan, konten itu awalnya dibuat anak-anak sebagai candaan sesama teman sebelum akhirnya diunggah ulang ke Facebook dan menyebar ke berbagai grup media sosial.

“Rupanya ada yang kemudian membagikannya ke grup. Anak-anak SD di lingkungan sini,” ujanya saat di temui di kediaman nya pada Senin (25/5/2026).

Menurut Agus, postingan tersebut membuat banyak warga hingga kerabat luar daerah ikut bertanya-tanya karena mengira kejadian dalam video benar-benar terjadi di lingkungan mereka.

Sebagai ketua RT, dirinya juga menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.

“Bahkan ada keluarga dari Jawa yang pernah datang ke sini ikut bertanya-tanya karena mengira lokasi dalam foto itu benar terjadi di tempat kami,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa informasi mengenai adanya pocong yang mengetok pintu rumah warga tidak pernah terjadi melainkan hanya foto yang di edit menggunakan AI.

Agus juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta meminta maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi.

“Jadi harapan kami sebagai orang tua, kami meminta maaf kepada seluruh warga, media, maupun masyarakat yang sudah mengikuti atau membaca postingan tersebut yang sebenarnya adalah hoaks,” tegasnya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Kukar, AKP Ecky Widi Prawira, mengatakan pihak kepolisian langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi mengenai postingan viral tersebut.

Dari hasil penelusuran bersama tim siber, postingan yang beredar dipastikan bukan berasal dari Tenggarong, melainkan postingan video dari Tangerang yang kemudian dikaitkan dengan wilayah Kukar melalui narasi di media sosial.

“Kemarin kami sempat menerima informasi tersebut. Namun nanti akan kami pastikan kembali. Video itu berasal dari Tangerang, bukan berasal dari Tenggarong,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak kepolisian juga terus melakukan klarifikasi terhadap informasi yang beredar agar masyarakat tidak mudah terpancing isu-isu yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

Menurutnya, penyebaran hoaks dapat memicu keresahan apabila masyarakat langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Terkait penyebaran berita hoaks, tentunya ada delik aduan yang harus dipenuhi. Namun dari pihak kepolisian kami juga tidak tinggal diam dan akan tetap melakukan klarifikasi apakah informasi tersebut benar atau hoaks,” jelasnya.

Ecky memastikan situasi keamanan di Kukar tetap kondusif dan masyarakat tidak perlu takut terhadap isu yang berkembang di media sosial.

Ia meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan dugaan tindak pidana maupun informasi mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti aparat kepolisian.

“Saya harapkan masyarakat tidak perlu resah dan tidak perlu takut. Apabila memang ada peristiwa tindak pidana seperti pencurian, pencurian dengan kekerasan maupun begal, tentu akan kami tangani sesuai prosedur,” tutupnya. (kriz)