Julita Rista Lestari Siap Emban Amanah sebagai Paskibraka Nasional 2026
Paskibra Nasional 2026 asal
Kukar, Julita Rista Lestari.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Julita Rista Lestari siap mengemban amanah besar sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional Tahun 2026.
Siswi SMA Negeri 1 Tabang yang akrab disapa Tata itu akan mewakili Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.
Bagi Tata, keberhasilan tersebut masih terasa seperti mimpi, perjalanan panjang yang dijalaninya hingga berhasil menembus seleksi tingkat nasional menyisakan rasa haru yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
"Jujur, rasanya seperti mimpi jadi kenyataan, haru banget sampai enggak bisa menahan air mata. Rasa syukur terbesar pastinya untuk orang tua, sekolah, dan pelatih yang selalu mendukung saya," ujarnya saat di hubungi poskotakaltimnews pada Selasa (23/6/2026).
Di balik rasa bangga itu, Tata menyadari ada amanah besar yang kini dipikulnya.
Ia tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Kukar dan Kalimantan Timur di tingkat nasional.
"Selain bangga bisa membawa nama Kutai Kartanegara ke tingkat nasional, ada tanggung jawab besar di pundak yang bikin saya makin termotivasi buat tampil sesempurna mungkin," kata dia.
Keberhasilan yang diraih Tata tidak datang secara instan, selama masa persiapan seleksi, ia harus menjalani latihan fisik dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) hampir setiap hari.
Tak hanya itu, Tata juga mempersiapkan diri dengan mempelajari wawasan kebangsaan dan melatih mental.
Menurutnya, kesiapan mental menjadi faktor penting agar tidak mudah menyerah saat dihadapkan pada tekanan dan kelelahan selama proses seleksi.
Meski telah melakukan berbagai persiapan, tantangan tetap mewarnai perjalanannya. Tata mengaku sempat merasa gugup dan minder saat berada di lingkungan seleksi yang formal dan bertemu dengan peserta dari berbagai daerah.
"Suasana hotel yang megah dan formal sering kali bikin saya semakin gugup. Ditambah rasa minder melihat kandidat lain di ruang tunggu," ungkapnya.
Selain tantangan mental, kondisi fisik juga sempat menjadi ujian tersendiri, suhu ruangan hotel yang sangat dingin dan waktu tunggu yang cukup lama membuat tubuhnya cepat lelah dan mudah mengantuk.
Namun, berbagai tantangan itu berhasil dilalui berkat dukungan dari banyak pihak. Orang tua menjadi sumber kekuatan terbesarnya melalui doa, dukungan moral, hingga memenuhi berbagai kebutuhan selama proses seleksi.
Di sisi lain, teman-teman juga menjadi tempat berbagi cerita dan saling menyemangati sehingga dirinya tidak merasa berjuang sendirian.
Dukungan serupa juga datang dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang memastikan fasilitas dan proses seleksi berjalan dengan nyaman, aman, jujur, dan transparan.
Peran para pendamping dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) juga memberikan arti tersendiri bagi Tata.
Berbagai arahan teknis dan motivasi yang diberikan selama proses seleksi membuatnya semakin memahami pentingnya menjaga sikap, etika, dan kedisiplinan sebagai calon anggota Paskibraka.
Kini, Tata mulai memusatkan perhatian untuk menghadapi tahapan berikutnya. Sembari menunggu informasi resmi terkait jadwal dan lokasi pendidikan serta pelatihan, ia memilih fokus menjaga kesehatan dan terus berlatih secara mandiri agar kondisi fisik tetap prima.
"Sekarang fokus saya menjaga kesehatan, tetap latihan mandiri supaya stamina tidak turun, dan menyiapkan mental untuk dikarantina bersama perwakilan dari provinsi lain," ucapnya.
Keberhasilannya menembus Paskibraka Nasional juga ingin dijadikan motivasi bagi generasi muda Kukar lainnya.
Tata berpesan agar anak-anak daerah tidak mudah merasa minder dan berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
"Jangan minder duluan dan hilangkan rasa takut. Tunjukkan kalau anak-anak Kukar punya mental baja, fisik kuat, dan disiplin tinggi. Menang atau kalah, kedisiplinan selama seleksi akan membentuk karakter kita menjadi pribadi yang jauh lebih hebat ke depannya," pesannya.
Keberhasilan Tata turut disambut bangga oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Ia mengaku mengikuti langsung pengumuman kelulusan tersebut dan menilai Tata memang layak menjadi wakil Kukar di tingkat nasional.
"Kami merasa sangat bangga atas kelulusan atau lolosnya Tata sebagai anggota Paskibraka Nasional. Ini merupakan kabar yang sangat membahagiakan. Kami juga menonton langsung live pengumumannya kemarin," kata dia.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan buah dari kompetensi dan kerja keras yang ditunjukkan Tata selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.
"Secara kompetensi, kami melihat bahwa Tata memang layak untuk lolos menjadi anggota Paskibraka Nasional. Mudah-mudahan Tata bisa menjalankan amanah tersebut dengan baik. Kami juga berdoa semoga Tata dapat menjadi pembawa baki Merah Putih pada peringatan 17 Agustus nanti," ujarnya.
Aulia berharap keberhasilan Tata dapat menjadi inspirasi sekaligus pembuka jalan bagi lahirnya lebih banyak putra-putri terbaik Kukar yang mampu menembus Paskibraka Nasional pada tahun-tahun mendatang.
"Kami berharap Tata menjadi champion yang memberikan pengaruh positif bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda di Kukar. Kami juga berharap Tata menjadi pembuka pintu bagi Kutai Kartanegara agar setiap tahun dapat mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk menjadi anggota Paskibraka Nasional," ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kukar juga berencana kembali bertemu dengan Tata sebelum ia menjalani tahapan berikutnya sebagai anggota Paskibraka Nasional.
"Terkait rencana pertemuan
selanjutnya, kami sudah berjanji dan akan mengundang Tata kembali pada tanggal
25," tutupnya. (kriz)