Lapas Perempuan Tenggarong Overkapasitas, Gubernur Kaltim Janji Tuntaskan Pembangunan
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud beserta jajaran saat meninjau lokasi pembangunan Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Overkapasitas yang telah lama membelit Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong akhirnya mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Lapas perempuan
satu-satunya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara itu kini dihuni 357 warga
binaan, hampir tiga kali lipat dari kapasitas ideal 135 orang.
Melihat langsung kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud berkomitmen mengupayakan penyelesaian pembangunan gedung yang selama ini belum rampung agar persoalan daya tampung dan pelayanan terhadap warga binaan segera teratasi.
Komitmen itu disampaikan
Rudy saat mengunjungi Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong di Jalan Imam
Bonjol,, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat
(3/7/2026).
Didampingi jajaran Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur dan sejumlah kepala
perangkat daerah, ia meninjau ruang hunian warga binaan, aktivitas pembinaan,
sekaligus melihat progres pembangunan gedung yang terhenti sejak 2024.
Menurut Rudy, kunjungan
tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi yang sebelumnya
telah dilaporkan pihak lapas.
Ia menilai persoalan
kelebihan kapasitas tidak bisa dipandang sebagai persoalan bangunan semata,
tetapi juga menyangkut pemenuhan hak-hak dasar warga binaan.
Ia menjelaskan, kapasitas
lapas saat ini hanya 135 orang, sementara jumlah penghuni telah melampaui 350
orang.
Kondisi itu juga
menyebabkan sebagian warga binaan perempuan dari berbagai daerah di Kalimantan
Timur masih harus dititipkan di lapas dewasa karena belum tersedianya ruang di
Lapas Perempuan Tenggarong.
"Harapan kami ke
depan, seluruh lapas perempuan di Kalimantan Timur nantinya dapat terpusat di
Tenggarong apabila pembangunan ini dapat diselesaikan," ujarnya.
Untuk mewujudkan hal
tersebut, pemerintah provinsi tengah menyiapkan skema pembiayaan penyelesaian
pembangunan.
Total anggaran yang
dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp28 miliar. Dari jumlah itu, Pemkab Kukar telah mengalokasikan sekitar Rp8
miliar sehingga masih diperlukan tambahan sekitar Rp20 miliar.
"Mungkin anggarannya
cukup besar, tetapi bagi kami nilai kemanusiaan jauh lebih penting daripada
besarnya anggaran yang harus dikeluarkan," tegasnya.
Rudy menjelaskan, peluang
penyelesaian pembangunan akan terus diupayakan, baik melalui penganggaran tahun
berikutnya maupun apabila tersedia ruang dalam pergeseran anggaran.
"Kalau memang ada
peluang melalui pergeseran anggaran tentu akan kami upayakan. Program ini harus
lebih dahulu masuk ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Setelah masuk dalam perencanaan tersebut,
baru proses penganggarannya dapat dilaksanakan," kata dia.
Komitmen tersebut disambut positif pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong.
Kepala Lapas Perempuan
Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti, mengatakan kunjungan gubernur merupakan
tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan beberapa hari sebelumnya untuk
menyampaikan kondisi lapas yang semakin memprihatinkan akibat tingginya jumlah
warga binaan.
Menurut Riva, selain
dihuni 357 warga binaan, lapas tersebut juga masih harus menunda pemindahan
warga binaan perempuan yang berada di sejumlah lapas lain di Kalimantan Timur
maupun Kalimantan Utara karena keterbatasan daya tampung.
Bahkan, lanjutnya, masih
terdapat antrean pelimpahan warga binaan dari sejumlah kejaksaan yang belum
dapat diterima.
"Ada satu kamar yang
dihuni sekitar 42 hingga 43 orang. Dari sisi kemanusiaan tentu kondisinya sudah
sangat tidak ideal," ungkapnya.
Ia menjelaskan, kondisi
tersebut membuat pihak lapas tidak lagi leluasa menempatkan warga binaan
berdasarkan klasifikasi tindak pidana sebagaimana mestinya.
Di sisi lain, lanjutnya,
kebutuhan kapasitas lapas perempuan di Kalimantan Timur diperkirakan mendekati
1.000 orang sehingga keberadaan gedung baru menjadi sangat mendesak.
"Kalau bangunan baru
selesai, insya Allah kapasitasnya sekitar 700 orang. Selain daya tampung
bertambah, ruang untuk kegiatan pembinaan warga binaan juga akan jauh lebih
memadai," ungkapnya.
Harapan yang sama juga
disampaikan Pemkab Kukar. Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengatakan
dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadi harapan baru agar
bangunan yang sempat terhenti dapat segera difungsikan.
Menurutnya, keberadaan
fasilitas tersebut penting karena Lapas Perempuan Tenggarong melayani warga
binaan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.
"Luas lahannya hampir
empat hektare. Yang menjadi pekerjaan sekarang tinggal menyelesaikan
bangunannya saja. Sebelum adanya efisiensi anggaran, rencana itu sudah beberapa
kali kami bahas, tetapi kemampuan keuangan daerah saat itu belum
memungkinkan," ujarnya.
Ia berharap dukungan
pemerintah provinsi dapat mempercepat realisasi program tersebut.
"Bapak Gubernur juga
sudah meminta Sekretaris Daerah dan Kepala Bappeda untuk mempelajari
kemungkinan penganggarannya. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,"
tutupnya. (kriz)