Tak Mau Ambil Risiko di Tengah Cuaca Panas Ekstrem dan Kabut Asap, Pemkab Kukar Batalkan Pawai HUT RI ke-81
Pawai pembangunan HUT
RI ke-80 di Kukar. (Doc. Prokom Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Rencana Pawai Pembangunan dan Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kutai Kartanegara (Kukar) batal digelar.
Alasan Pemerintah
Kabupaten Kukar memilih membatalkan agenda yang sedianya berlangsung Sabtu
(22/8/2026) tersebut, setelah mempertimbangkan kondisi cuaca panas ekstrem dan
kualitas udara yang mulai terdampak kabut asap kebakaran.
Pawai tersebut
sebelumnya direncanakan melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi
perangkat daerah, kecamatan, Perseroda/BUMD, paguyuban, sekolah tingkat SD
hingga SMA, serta organisasi kepemudaan, keagamaan dan wanita.
Sekretaris Daerah
Kukar, Sunggono mengatakan pembatalan dilakukan karena pemerintah tidak ingin
mengambil risiko terhadap kesehatan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan
tersebut.
"Cuaca sedang
panas dan asap di mana-mana, takutnya terhirup oleh anak-anak, banyak penyakit
ISPA, batuk, pilek, pusing," ujarnya saat di hubungi pada Selasa
(18/8/2026).
Dalam surat
Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor
489/650/PROKOMPIM.III/VIII/2026 tertanggal 18 Agustus 2026, Pemkab Kukar
menyebut suhu pada siang hari saat ini berkisar 34 hingga 36 derajat Celsius.
Kondisi tersebut
diperparah dengan kualitas udara yang mulai dipengaruhi asap kebakaran hutan.
Pemerintah menilai
situasi itu berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi peserta pawai,
termasuk heat stroke dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Sunggono menegaskan
keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan
tersebut.
Pemerintah tidak
ingin agenda perayaan kemerdekaan justru menimbulkan persoalan kesehatan.
"Intinya kita
lebih mempertimbangkan keselamatan dan keamanan masyarakat," tegasnya.
Ia juga mengimbau
masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika harus
beraktivitas di luar rumah di tengah cuaca panas dan paparan asap.
"Dihimbau kepada
masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Kalau keluar rumah, pakai masker.
Usahakan demi menghindari penyakit ISPA," tutupnya.
Sementara itu, Kepala
SMPN 1 Tenggarong, Imam Husain mengatakan pihak sekolah sebelumnya telah
melakukan persiapan untuk mengikuti Pawai Pembangunan dan Budaya tersebut.
Namun, setelah
menerima informasi mengenai pembatalan, pihak sekolah memahami keputusan Pemkab
Kukar karena mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem dan keselamatan peserta.
"Kami juga lagi
mempersiapkan ini, cuma karena ada penyampaian pembatalan dengan alasan cuaca
ekstrem kan, kami bisa menerima alasan tersebut," ujarnya.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama kegiatan berlangsung.
"Supaya tidak
ada barangkali jatuh korban, untuk keselamatan warga Kukar. Ya, kami siap aja
untuk menerima itu, untuk pembatalan," pungkasnya. (Kriz)