Perusda di Kukar Perlu Diaudit, KSDE Akui Untung
TENGGARONG-
Pemerhati Pembangunan Daerah, Hendy Yuzar menyarankan kepada Pemkab Kukar untuk
dilakukan audit, kepada Perusda yang disinyalir alami kerugian, sebagai bagian
evaluasi kinerja perusda, apakah sudah berkontribusi terhadap daerah atau
tidak.
"Perusda
diharapkan meningkatkan PAD dan pertumbuhan ekonomi, tapi kenyataannya
perusda alami kerugian, sebaiknya dilakukan audit kepada empat Perusda oleh
Bupati Kukar Edi Damansyah," kata Hendy, Rabu(08/01/2020) sore.
Hendy
menambahkan, hasil dari audit nantinya, bakal diketahui penyebab kerugian
perusda, apakah biaya operasionalnya yang terlalu besar, padahal pendapatanya
minim sehingga merugikan keuangan daerah.
"Malahan
ada direksi Perusda yang gajinya besar, padahal keuntungan perusda yang
dipimpin minim," ucapnya.
Hendy sangat
setuju, dengan keinginan Bupati Kukar yang ingin merekrut tenaga profesional
untuk duduk dijabatan direksi Perusda, dan harus jadi pertimbangan warga lokal
Kukar jabat direksi.
"Direksi
Perusda Tunggang Parangan sudah hampir dua tahun tidak terisi, secepatnya
seleksi calon direksi oleh Bupati, sebelum pak Daman cuti ikut Pilkada Kukar
yang akan dihelat sebentar lagi," jelasnya.
Ditempat
terpisah, Dirut Perusda KSDE Kukar Syafik Avicenna membantah perusda yang
dipimpinnya merugi, bahkan alami keuntungan sejak dua tahun terakhir.
"Memang
sempat rugi antara 2015-2017 karena harga batu bara yang anjlok, sedangkan
2018-2019 Perusda KSDE alami keuntungan," ujar Syafik.
Pengembangan
bisnis kedepan, yang akan dilakukan Perusda, akan mengubah status badan usaha,
dari Perusda menjadi Perseroanda,
"Bisnis
kami semakin berkembang ke sektor Pertanian dan Perumahan, menyambut pemindahan
IKN baru ke Kukar," jabarnya.(and/poskotakaltimnews.com)