PAD Berau Rp526 Miliar Dianggap Belum Menggambarkan Potensi Berau
Anggota DPRD Berau, Oktavia (Faksi NasDem).
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Keberadaan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Kabupaten Berau pada tahun lalu hanya mencapai sekitar Rp526 miliar. Meski dari
angka menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun
angka tersebut dinilai masih belum mencerminkan besarnya potensi ekonomi yang
dimiliki Bumi Batiwakkal.
Demikian catatan Fraksi
Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Kabupaten Berau dalam rapat paripurna
DPRD Berau mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran
2025 melalui Juru Bicara, Oktavia.
Menurutnya masih
terdapat banyak sektor yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan penerimaan
daerah tanpa harus membebani masyarakat.
“Salah satu langkah
yang diusulkan adalah memperketat pengawasan terhadap pajak kendaraan bermotor
maupun alat berat milik perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau,” ujarnya.
Fraksi NasDem menilai
masih terdapat kendaraan operasional perusahaan maupun alat berat yang belum
memiliki legalitas administrasi lengkap atau masa berlaku dokumennya telah
habis sehingga berpotensi mengurangi penerimaan daerah.
“Kami yakin apabila
dilakukan pendataan dan penertiban secara menyeluruh, sektor tersebut diyakini
mampu memberikan tambahan pendapatan yang cukup signifikan bagi daerah,” jelasnya.
Selain itu, Fraksi
NasDem juga mengusulkan agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap Nilai Jual
Objek Pajak (NJOP) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya pada lahan
perkebunan kelapa sawit milik perusahaan berskala besar.
Fraksi NasDem
menilai, penyesuaian tersebut penting dilakukan agar nilai pajak yang diterima
daerah sejalan dengan perkembangan nilai ekonomi lahan yang terus meningkat.
"Potensi-potensi seperti inilah yang harus dimaksimalkan sehingga kemampuan fiskal daerah semakin kuat," kata Oktavia.
Masih menurut
Oktavia, bahwasanya Kabupaten Berau
memiliki peluang besar untuk menjadi daerah yang mandiri secara fiskal apabila
mampu memanfaatkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki. Optimalisasi PAD,
pembangunan industri hilirisasi, penciptaan lapangan kerja baru, perlindungan
lingkungan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik dinilai harus menjadi
satu kesatuan dalam arah pembangunan daerah ke depan. (sep/FN/Advertorial)