Dewan Dorong Pemkab Berau Lakukan Intensifikasi Terhadap Sumber Pendapatan Dalam Memperkuat PAD
Anggota DPRD Berau, Suharno (Fraksi PPP).
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU
: Berkaitan dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Fraksi PPP menilai Kabupaten Berau memiliki
potensi ekonomi yang sangat besar untuk meningkatkan pendapatan daerah. Namun,
upaya tersebut harus dilakukan melalui inovasi, optimalisasi potensi, serta
digitalisasi pelayanan publik, bukan tergantung pada pajak maupun retribusi.
Untuk itu Fraksi PPP
mendorong Pemkab Berau melakukan
intensifikasi terhadap sumber-sumber pendapatan yang sudah ada sekaligus
membuka peluang baru melalui ekstensifikasi PAD secara kreatif dan
berkelanjutan.
Demikian catatan lainnya
yang disampaikan juru bicara Fraksi PPP Suharno dalam rapat Paripurna DPRD
Berau saat menyampaikan pandangan akhir terhadap Rancangan Peraturan Daerah
(Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Menurut Suharno,
kemandirian fiskal merupakan salah satu indikator penting bagi kemajuan daerah.
Semakin besar kemampuan daerah membiayai pembangunan melalui PAD, maka semakin
kecil ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
"Kemandirian fiskal
harus menjadi cita-cita bersama. Dengan struktur pendapatan yang semakin kuat,
Kabupaten Berau akan memiliki ruang yang lebih besar untuk membiayai
pembangunan jangka panjang sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.
Penekanan senada
disampaikan Fraksi Golkar melalui Juru Bicatra (Jubir) nya Elita Herlina,
bahwasanya Pendapatan Asli Daerah (PAD)
merupakan indikator penting dalam mengukur tingkat kemandirian fiskal Kabupaten
Berau. Semakin besar kontribusi PAD, maka semakin luas kemampuan pemerintah
membiayai pembangunan tanpa bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.
“Karena itu kami
minta Pemkab Berau bisa lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan investasi
maupun penggunaan APBD agar setiap pengeluaran mampu memberikan dampak ekonomi
yang nyata, terang Elita Herlina.
Dalam kesempatan itu
Fraksi Golkar juga meminta Pemkab Berau dapat memperkuat pengelolaan sumber
daya alam (SDA) melalui kebijakan
hilirisasi agar potensi kekayaan daerah mampu memberikan nilai tambah bagi
perekonomian masyarakat.
“Termasuk kami minta dapat meningkatkan pengawasan terhadap kualitas pekerjaan fisik yang dibiayai APBD agar hasil pembangunan memiliki mutu yang baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka Panjang,” katanya.
Farksi Golkar juga
menegaskan pentingnya menindaklanjuti seluruh rekomendasi Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) RI melalui pembenahan sistem pengendalian internal. Langkah
tersebut dinilai penting untuk mencegah temuan yang sama terus berulang pada
setiap pemeriksaan keuangan daerah. (sep/FN/Advertorial)