Diskoperindag Berau Siapkan Aplikasi UMKM dan Membuka Jalan Pelaku Usaha Mendapatkan Modal dari Perbankan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), transaksi setiap hari mungkin terlihat sederhana. Ada produk yang terjual, ada uang yang masuk, lalu kegiatan usaha kembali berjalan seperti biasa.

 

Namun, di balik transaksi tersebut sebenarnya terdapat informasi penting mengenai perjalanan sebuah usaha. Berapa banyak produk yang terjual, bagaimana perkembangan omzet, dan seberapa aktif usaha tersebut berjalan. Persoalannya, aktivitas itu selama ini belum semuanya terdokumentasi secara digital dan terintegrasi.

 

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang ingin diubah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag). Diskoperindag Berau tengah menyiapkan sebuah aplikasi khusus UMKM yang dirancang bukan hanya sebagai sarana promosi produk, tetapi juga sebagai sistem yang dapat mencatat aktivitas usaha sekaligus membangun rekam jejak digital pelaku UMKM.

 

Jika terealisasi, aplikasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pintu yang membantu pelaku UMKM menunjukkan perkembangan usahanya ketika membutuhkan tambahan modal melalui lembaga pembiayaan. Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindag Berau, Wahid Hasyim, mengatakan aplikasi tersebut sedang dalam tahap inisiasi dengan konsep one stop solution atau layanan satu pintu.

 

“Artinya, pelaku UMKM nantinya diharapkan dapat menggunakan satu sistem untuk memenuhi berbagai kebutuhan usahanya, mulai dari menyusun rencana bisnis, mengelola transaksi, mempromosikan produk, hingga terhubung dengan konsumen,” ungkap baru-baru ini dikantornya Jalan Murjani.

 

Yang tidak kalah penting tambahnya, setiap transaksi yang dilakukan melalui sistem akan tercatat dan menjadi bagian dari histori usaha. Ini akan terekam sebagai histori transaksi, sehingga bisa dijadikan dasar kuat saat pengajuan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke perbankan. Bank bisa langsung melihat bahwa usaha ini sudah layak mendapatkan tambahan modal.

 

“Kami sadari selama ini, salah satu persoalan yang dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan dalam menunjukkan rekam jejak bisnis secara terstruktur. Seorang pelaku usaha bisa saja telah menjalankan bisnis dalam waktu lama dan memiliki pelanggan tetap. Namun, tanpa pencatatan yang baik, perkembangan usaha tersebut akan lebih sulit digambarkan dalam bentuk data,” terangnya.

 

Di sinilah aplikasi yang sedang disiapkan Diskoperindag Berau diharapkan memberikan manfaat. Aktivitas transaksi yang tercatat secara digital nantinya dapat membentuk histori usaha. Catatan tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai aktivitas dan perkembangan bisnis yang dijalankan pelaku UMKM.

 

Dengan demikian, ketika membutuhkan pembiayaan, pelaku usaha memiliki data yang dapat digunakan untuk mendukung pengajuan kepada perbankan. Konsep tersebut sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk mulai membangun kebiasaan menjalankan usaha secara lebih tertata.

 

“Transaksi tidak lagi hanya dipandang sebagai kegiatan jual-beli, tetapi juga menjadi bagian dari data perjalanan bisnis,” tukasnya.

 

Meski memiliki fungsi sebagai etalase digital, aplikasi tersebut tidak dirancang hanya untuk memajang produk UMKM. Diskoperindag ingin sistem tersebut mampu membantu pelaku usaha menyelesaikan sejumlah kebutuhan internal yang selama ini menjadi bagian dari tantangan dalam menjalankan bisnis. Mulai dari penyusunan rencana bisnis hingga pengelolaan transaksi ditargetkan dapat dilakukan melalui sistem tersebut.

 

Selain itu, pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan aplikasi sebagai sarana promosi dan untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Wahid mengatakan aplikasi tersebut nantinya juga diarahkan untuk mendukung transaksi take away serta promosi secara real-time.

“Pelaku UMKM bisa menyelesaikan masalah internal mereka, mulai dari membuat rencana bisnis sampai membuat aplikasi transaksinya, baik untuk layanan take away maupun promosi real-time yang tersebar luas, sekaligus menjembatani mereka langsung dengan pembeli,” paparnya. (sep/FN)