Pimpin Kejari Kukar, Aji Kalbu Pribadi Janji Hadir untuk Kepentingan Warga

img

Foto bersama usai Silaturahmi dan Ramah Tamah Kepala Kejaksaan Negeri Kukar, Aji Kalbu Pribadi. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Ada pesan yang ingin dibawa Aji Kalbu Pribadi,  saat mengawali tugasnya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kutai Kartanegara (Kukar).

 

Di tengah perkenalan sebagai pejabat baru, Aji menegaskan komitmennya untuk membuka ruang komunikasi dan menghadirkan kejaksaan yang memberi kemanfaatan bagi masyarakat.

 

Pesan tersebut disampaikan Aji dalam jamuan makan siang dalam rangka silaturahmi dan ramah tamah bersama keluarga di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Jumat (14/8/2026).

 

Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar, Kapolres Kukar, serta jajaran Kodim 0906/Kukar.

 

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta dukungan seluruh pihak agar dirinya dapat menjalankan amanah sebagai Kajari Kukar dengan baik.

 

Ia juga berharap kehadirannya bersama keluarga dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat Kukar.

 

“Dalam kesempatan ini juga saya titip diri, mohon diterima sebagai warga Kukar. Tidak lain, saya ingin menghadirkan sebesar-besarnya kemanfaatan bagi warga Kukar di sini,” ujarnya.

 

Aji dipercaya menggantikan Tengku Firdaus yang mendapat tugas baru sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan di Palembang.

 

Sebelum dipercaya memimpin Kejari Kukar, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Penyusunan Program, Laporan dan Penilaian pada Sekretariat Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung. Ia juga pernah bertugas sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Kaltim.

 

Pengalaman tersebut membuat Aji tidak asing dengan lingkungan pemerintahan dan penegakan hukum di Kalimantan Timur.

 

Dalam menjalankan tugasnya, ia menegaskan kejaksaan tidak hanya hadir ketika sebuah persoalan telah masuk ke tahap penindakan.

 

Komunikasi dan koordinasi menjadi bagian penting yang akan dikedepankan dalam menjalankan fungsi kejaksaan.

 

“Kami dalam hal ini tidak saja melakukan penindakan, tetapi apa yang bisa dikomunikasikan, kami siap untuk membantu,” ucapnya.

 

Namun, pendekatan komunikasi tersebut tetap memiliki batas. Ia memastikan penegakan hukum akan dilakukan apabila berbagai upaya komunikasi dan sosialisasi tidak diindahkan.

 

“Kalaupun misalnya ternyata sudah kita sampaikan baik-baik, terus kemudian kami lakukan sosialisasi, penindakan dan lain-lain, tapi tidak bisa juga, ya mohon maaf, mungkin kami akan melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

 

Ia juga ingin komunikasi antara kejaksaan dan masyarakat tidak terhalang oleh sekat formal.

 

Ia menyatakan siap menerima berbagai hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan kemajuan Kukar.

 

“Pintu kami, pintu ruangan saya, handphone terbuka 24 jam ketika Bapak-Ibu membutuhkan untuk kemajuan Kukar. Apa pun juga bisa kita bicarakan, segera mendapatkan solusi yang terbaik untuk kita semua,” ungkapnya.

 

Menurutnya, berbagai kondisi yang muncul dalam pemerintahan tidak selalu harus dilihat sebagai persoalan.

 

Ia memilih memandangnya sebagai dinamika yang perlu disikapi melalui komunikasi dan kebersamaan.

 

“Saya juga tidak mau ketika saya menganggap ini permasalahan. Saya anggap ini hanya sebagai dinamika. Dinamika wajar di satu organisasi ada positif dan negatif, ada plus dan minus,” kata dia.

 

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyambut baik kehadiran Aji sebagai Kajari baru.

 

Ia berharap pergantian kepemimpinan tersebut semakin memperkuat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Kukar dan Kejari Kukar.

 

Ia mengaku telah mengenal Aji sejak yang bersangkutan menjalankan tugas sebagai Asintel Kejati Kaltim.

 

Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun komunikasi dan sinergi dalam menjalankan tugas di Kukar.

 

“Harapan kami selaku Bupati Kukar, kami bisa bersinergi dengan baik dengan pihak Kejaksaan Negeri Kukar di bawah kepemimpinan Pak Aji Kalbu Pribadi,” ujarnya.

 

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan kejaksaan dibutuhkan untuk mendukung jalannya pemerintahan sekaligus pembangunan di Kukar.

 

“Kami yakin dan percaya dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan Kejaksaan Negeri Kukar, kita bisa lebih optimal lagi dalam membangun Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Kriz)