Dandim 0902/Berau Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris Kerahkan Personel Bersama Padamkan Karhutla
Komandan Kodim (Dandim) 0902/Berau Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris.
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Penurunan titik panas di Kabupaten Berau,
Kalimantan Timur, belum membuat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan
(karhutla) mengendur. Di tengah kondisi tersebut, Komandan Kodim (Dandim)
0902/Berau Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris menegaskan bahwa penanganan
karhutla harus dilakukan dengan tindakan nyata dan kehadiran langsung di
lapangan.
Bagi Faisal,
keberadaan personel di tengah lokasi kebakaran menjadi bagian penting dalam
memastikan setiap titik api dapat segera ditangani. Karena itu, jajaran Kodim
0902/Berau tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mengerahkan personel
hingga ke wilayah kecamatan untuk bergerak bersama unsur terkait.
“Kalau kita lihat
wilayah di Kabupaten Berau ini, secara titik panas memang sampai dengan
sekarang sudah menurun,” ujar Faisal saat diwawancarai, Rabu (26/8/2026).
Meski demikian,
kondisi tersebut tidak serta-merta membuat penanganan karhutla dihentikan.
Sebab, masih ditemukan titik api yang membutuhkan penanganan langsung.
Faisal mengungkapkan,
sehari sebelumnya terdapat empat titik yang dilakukan pemadaman bersama
stakeholder terkait. Kondisi itu menjadi perhatian agar potensi kebakaran tidak
berkembang dan meluas ke wilayah lainnya.
“Namun kenyataannya
kemarin ada empat titik yang kita padamkan bersama stakeholder,” katanya.
Untuk mempercepat
penanganan, Faisal memastikan seluruh jajaran TNI di wilayah Berau ikut
bergerak. Personel di masing-masing Komando Rayon Militer (Koramil) dikerahkan
sesuai kondisi di wilayahnya.
Tidak hanya bergerak
sendiri, personel TNI juga membangun koordinasi dengan kepolisian, Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait lainnya dalam
melakukan pemadaman.
“Di tiap kecamatan
kita kerahkan semua personel yang ada di wilayah. Koramil-koramil semuanya
bergerak di lapangan, bekerja sama dengan kepolisian, tim BPBD, serta
berkoordinasi dengan wilayah masing-masing,” ungkap Faisal.
Bagi Dandim
0902/Berau, penanganan karhutla bukan pekerjaan yang cukup dilakukan dengan
memberikan instruksi dari balik meja. Menurutnya, personel harus hadir dan
melihat langsung kondisi di lapangan.
Faisal bahkan
menegaskan bahwa TNI harus menunjukkan kerja nyata ketika masyarakat
membutuhkan bantuan, khususnya saat menghadapi bencana karhutla.
“Kita harus turun
langsung ke lapangan, tidak hanya ngoceh di belakang meja. Nyata kerja di
lapangan, mungkin teman-teman media sudah tahu sendiri,” tegasnya.
Pernyataan tersebut
menggambarkan komitmen jajaran Kodim 0902/Berau untuk terlibat langsung dalam
penanganan karhutla. Ketika titik api ditemukan, personel bergerak menuju
lokasi untuk melakukan penanganan bersama unsur lainnya. Bahkan, upaya
pemadaman tidak selalu berhenti ketika hari mulai gelap. Faisal menyebut
personel TNI terus berjibaku dengan api hingga malam hari apabila kondisi di
lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Kerja kita langsung
di lapangan. Tiap hari kita berjibaku dengan api. Di mana ada titik, dari situ
kita turun ke lapangan, sampai dengan malam hari,” pungkasnya.
Keterlibatan Kodim
0902/Berau dalam penanganan karhutla menjadi bagian dari tugas TNI dalam
membantu masyarakat dan pemerintah daerah.
Selain menghadapi
bencana, Kodim 0902/Berau juga menjalankan pembinaan teritorial dengan
mendukung berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten Berau. Dukungan
tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga
penguatan sektor pertanian.
Melalui peran
tersebut, keberadaan TNI di wilayah tidak hanya terlihat ketika terjadi
persoalan keamanan maupun bencana, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang
bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Sementara dalam menghadapi
karhutla, penurunan titik panas menjadi perkembangan positif. Namun, masih
ditemukannya sejumlah titik yang harus dipadamkan menunjukkan bahwa kewaspadaan
tetap diperlukan.
Karena itu, sinergi
antara TNI, Polri, BPBD,Damkar, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi
bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas sekaligus mempercepat penanganan
apabila titik api kembali ditemukan.
Bagi Faisal, satu hal
yang terpenting adalah memastikan personel tidak hanya mengetahui adanya titik
kebakaran, tetapi benar-benar hadir di lokasi dan melakukan tindakan. Sebab, di
tengah ancaman karhutla, kerja nyata di lapangan menjadi pertaruhan untuk
mencegah api semakin meluas dan melindungi masyarakat serta lingkungan di
Kabupaten Berau. (sep/FN)