Kebakaran Lahan Beruntun Kembali Terjadi di Samboja, 38 Hektare Terdampak

img

Petugas Disdamkarmatan Kukar saat melakukan pemadaman api Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Samboja. (Doc. Disdamkarmatan Kukar)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR :  Kebakaran lahan beruntun kembali terjadi di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (27/8/2026). Dalam sehari, empat lokasi dilaporkan mengalami kebakaran dengan total lahan terdampak diperkirakan mencapai 38 hektare.

 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani mengatakan,  kejadian tersebut tersebar di Kelurahan Kampung Lama, Teluk Pemedas, Desa Senipah, serta kawasan Sungai Mantri.

 

Kondisi ini membuat petugas harus melakukan penanganan secara bergantian hingga malam hari.

 

“Memang kembali terjadi kebakaran lahan secara beruntun di wilayah Samboja. Ada beberapa titik yang harus ditangani dalam waktu yang hampir bersamaan,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).

 

Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di RT 07 Kelurahan Kampung Lama sekitar pukul 12.30 WITA. Petugas Pos Sektor Samboja langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar dua menit kemudian.

 

Api yang membakar lahan gambut tersebut diperkirakan melanda sekitar 20 hektare. Petugas melakukan penyemprotan langsung dan pembasahan di sekitar titik api guna mencegah api merambat ke area lainnya.

 

Setelah proses pemadaman dan pendinginan, api dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 18.20 WITA.

 

Di tengah penanganan tersebut, kebakaran juga terjadi di RT 03 Kelurahan Teluk Pemedas.

 

Laporan diterima sekitar pukul 13.00 WITA dan petugas tiba lima menit kemudian. Luasan lahan gambut yang terdampak diperkirakan sekitar 10 hektare.

 

“Untuk setiap kejadian, setelah api berhasil dikendalikan kami tetap melakukan pendinginan dan pemantauan. Ini penting untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujarnya.

 

Kebakaran kemudian kembali dilaporkan pada malam hari. Sekitar pukul 19.52 WITA, warga melaporkan kebakaran lahan di Jalan AJP, RT 07 Kelurahan Senipah. Petugas tiba sekitar pukul 20.00 WITA dan langsung melakukan pemadaman.

 

Lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan sekitar 3 hektare. Api berhasil dipadamkan pada pukul 22.40 WITA setelah petugas melakukan penyemprotan dan pembasahan di area sekitar titik api.

 

Belum selesai penanganan di Senipah, laporan kebakaran kembali diterima dari Jalan Sungai Mantri RT 04 sekitar pukul 19.30 WITA.

 

Petugas tiba tujuh menit kemudian dan melakukan pemadaman terhadap lahan gambut yang diperkirakan mencapai 5 hektare.

 

Penanganan di Sungai Mantri berlangsung hingga malam. Setelah proses pemadaman, pendinginan dan pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.

 

Api akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 23.20 WITA.

 

Ia menyebut dalam penanganan empat kejadian tersebut, personel pemadam kebakaran mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya TNI-Polri, pemerintah kelurahan, RT dan masyarakat, perusahaan, serta relawan.

 

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang membantu di lapangan. Penanganan kebakaran lahan seperti ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam, tetapi membutuhkan dukungan bersama,” tuturnya.

 

Dari empat kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Objek yang terbakar merupakan lahan, sebagian di antaranya merupakan lahan gambut.

 

Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya ketika kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.

 

“Kalau melihat ada titik api, segera laporkan. Jangan sampai api dibiarkan karena bisa cepat meluas, terutama di lahan gambut,” pungkasnya. (Kriz)