Penanganan Karhutla Kaltim Libatkan Seluruh Stakeholder
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr H Seno Aji menegaskan Pemerintah Provinsi Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh stakeholder terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah puncak musim kemarau.
Hal tersebut disampaikan Wagub Seno Aji saat menjadi narasumber Dialog Indonesia Bicara TVRI secara live dari Studio TVRI Jakarta, yang diikuti dari Rumah Jabatan Wagub Kaltim, Jalan Milono Samarinda, Jumat (28/8/2026).
Dialog bertema “Borneo Bergerak, Tangani Bencana Asap” tersebut dipandu Happy Goeritman dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Pangdam XII/Tanjungpura Kalimantan Barat Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Hariqo Wibawa Satria, Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan, serta Ketua Bidang Kampanye Positif GAPKI Edi Suhardi.
Dalam paparannya, Seno Aji menyebutkan berdasarkan data periode 1 hingga 26 Agustus 2026, tercatat sekitar 14.795 titik panas (hotspot) di Kalimantan Timur. Tingginya jumlah titik panas tersebut terjadi seiring puncak musim kemarau.
Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 6.004 titik, disusul Kutai Timur sebanyak 3.003 titik dan Kutai Kartanegara sebanyak 2.426 titik.
“Dibandingkan jumlah sebaran hotspot di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, tentu Kalimantan Timur relatif stabil bahkan menurun,” kata Seno Aji.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan penanganan karhutla di Kaltim dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, BMKG, perusahaan swasta hingga elemen masyarakat.
Seno Aji mengakui sebagian titik panas berada di area konsesi perusahaan, termasuk sektor kehutanan atau PBPH, pertambangan batu bara dan perkebunan.
“Bahkan empat daerah telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mempercepat penanganan,” tegasnya.
Pemprov Kaltim, lanjutnya, berkomitmen menjaga kondisi Kaltim tetap kondusif dari ancaman karhutla maupun sebaran asap. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah armada water truck dan pompa air yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan di lapangan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), Brigade Peduli Api/Karlabun, serta organisasi kemasyarakatan di kawasan yang rawan terjadi karhutla.
Pemprov Kaltim juga terus berkomunikasi dengan para pemegang Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan agar meningkatkan pengawasan dan pemantauan kawasan konsesi maupun lingkungan masyarakat di sekitar perkebunan.
“Dari Si Pongi dan Lembuswana Polda Kaltim mengidentifikasi ada sekitar 50 sampai 60 hektare lahan kebun dari 2.000 hektare yang terbakar,” ungkapnya.
Dalam upaya mengantisipasi dampak kemarau panjang, Seno Aji mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga telah dilakukan. Namun, pelaksanaannya saat ini masih difokuskan pada dua wilayah, yakni kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Berau.
“Alhamdulillah sudah mulai turun hujan dan sudah banyak titik api yang padam,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut Kepala Stasiun TVRI Kaltim Febriani didampingi Ketua Tim Perencanaan
dan Pengendalian Produksi Berita Dwi Rahmawati. (mar)