DPRD Kutim Nilai Anggaran Porkab Terlalu Berlebihan
SANGATTA – Anggota DPRD Kutim Maswar
Manysur Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat,menilai bahwa Anggaran pelaksanaan Pekan Olahraga
Kabupaten (Porkab) senilai Rp. 5 miliar, amat berlebihan. Mengingat pelaksanaannya hanya mengakomodir 8
Cabang Olahrraga (Cabor) saja, sementara itu masih ada puluhan cabor lainnya
yang tidak diikut-sertakan dalam kegiatan yang dianggap sebagai salah-satu
wadah untuk mengukur prestasi atlet-atlet di Kutim.
Maswar Mansyur menilai hal yang
dilakukan oleh KONI Kutim dan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora), dengan menggeber
Porkab untuk dapat dilaksanakan pada April mendatang terlalu gegabah. Karena
keputusan tersebut dianggap sepihak, dan tidak melibatkan pembicaraan dengan
seluruh cabor-cabor yang berada di bawah naungan organisasi induk olahraga
tersebut.
Ketua Komisi D DPRD tersebut
menerangkan, dalam hitung-hitungan real untuk pembagian dana tersebut jika
dibagi hanya untuk 8 cabang olahraga, maka didapatkan nilai sebesar Rp. 600
jutaan. Dengan anggaran seperti itu, tentu amatlah besar dan tidak efektif jika
dianggap dapat mempertahankan posisi Kutim sebagai daerah pendulang mendali
terbanyak dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2018 lalu.
"Patut diingat bahwa masih banyak
cabor-cabor yang juga menyumbangkan mendali pada pelaksanaan Porprov lalu, jika
kemudian lebih mengedepankan 8 cabor yang ditetapkan sebagai olahraga yang
dipertandingkan di Porkab. Maka dianggap apa cabor lainnya, padahal mereka
turut berjuang menyukseskan daerah ini sebagai juara umum pada Porprov
lalu," ungkapnya.
Maka dari itu,pria yang akrab di sapa
Away ini, menekankan pada Dinas Pemuda Olahraga untuk dapat benar-benar
menjalankan amanah secara baik, terhadap dana sebesar itu. Terlebih masih
banyak sarana dan prasarana yang dapat dipergunakan oleh cabor-cabor lain,
untuk menyukseskan pelaksanaan Porkab.
"Kalau kemudian dana tersebut juga
dipergunakan oleh Dispora untuk membeli sarana dan prasarana (Sapras, red),
saya rasa hal ini harus dikaji ulang lagi. Harus diinventarisir pula alat-alat
olahraga apa lagi yang mau dibeli. Dengan kata lain Komisi D DPRD Kutim meminta
kepada Dispora agar meninjau kembali hal ini," ungkapnya kepada warwawan saat di wawancarai.
Ketika ditanya bahwa Porkab dimaksudkan
untuk pembinaan atlet potensial, Maswar
menjawab kalau tujuannya untuk pembinaan atlet dan mempersiapkan atlet dalam
gelaran Porprov 2022 di Berau. Maka hal
ini tidak hanya melibatkan atlet-atlet di 8 cabor saja, tetap kembali harus
melibatkan semua cabor. Apalagi Bupati
Ismunandar berkata, buang semua kepentingan politik, hilangkan ego golongan
untuk lebih baik,tegasnya.nd/poskotakaltimnews.com