Penyaluran Beras PASKAS Kukar Turun Drastis dari 9 Ton Kini Hanya 2 Ton per Bulan

img

Penyaluran bantuan sembako kepada santri dalam rangkaian peringatan Milad PASKAS Kukar ke-8. (foto : Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Penyaluran beras Pasukan Amal Sholeh (PASKAS) Kutai Kartanegara (Kukar) turun drastis sepanjang 2026. Jika sebelumnya bantuan beras yang dapat disalurkan mencapai 8-9 ton setiap bulan, kini jumlahnya hanya sekitar 2 ton.

 

Hal tersebut disampaikannya saat peringatan Milad PASKAS Kukar ke-8 yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Sabtu (12/9/2026).

 

Pembina PASKAS Kukar, Wahidah, mengatakan penurunan tersebut mulai dirasakan sejak awal 2026.

 

Kondisi itu turut dipengaruhi efisiensi yang berdampak terhadap kemampuan sebagian orang tua asuh dalam memberikan dukungan.

 

Ia mengatakan, peningkatan kembali tonase beras menjadi salah satu target PASKAS ke depan. Selain itu, pihaknya berharap jumlah orang tua asuh yang memberikan dukungan dapat bertambah sehingga semakin banyak beras yang dapat dihimpun dan disalurkan.

 

“Targetnya sih tonase kami bertambah, orang tua asuh semakin banyak mendukung kami, semakin banyak capaian beras kami yang bisa kami salurkan,” ujarnya.

 

Penurunan tonase tersebut membuat PASKAS harus menyesuaikan pola penyaluran.

 

“Jadi biasanya pondok itu tiap bulan, sekarang kami atur bulan ini dapat, bulan depannya tidak dapat, supaya pondok-pondok itu masih tersupport,” ucapnya.

 

Sebelum mengalami penurunan, PASKAS Kukar tercatat mendukung sekitar 100 pondok pesantren, rumah tahfiz, dan panti asuhan yang tersebar di sejumlah wilayah.

 

Penyaluran tersebut mencakup beberapa kecamatan, di antaranya Tenggarong, Tenggarong Seberang, Muara Badak, dan Kota Bangun.

 

Saat ini, jumlah pondok pesantren yang masih mendapatkan dukungan PASKAS berada di kisaran 45-50 lembaga.

 

PASKAS kemudian melakukan efektivitas penyaluran dengan mengatur penerima bantuan secara bergantian sesuai ketersediaan beras yang berhasil dihimpun.

 

Ia menjelaskan, PASKAS memiliki sejumlah kriteria dalam menentukan lembaga yang menjadi penerima manfaat.

 

“Kriterianya pondok itu menampung banyak santri penghafal Al-Qur'an dan yatim. Kemudian biaya kontribusi santri tidak, kadang-kadang kan banyak yang gratis, jadi kami utamakan seperti itu,” jelasnya.

 

Meski menghadapi penurunan tonase, ia menyebut proses penyaluran selama delapan tahun berjalan relatif tidak mengalami kendala berarti.

 

Menurutnya, keberlangsungan program tersebut ditopang oleh para relawan PASKAS, orang tua asuh, serta sinergi dengan pemerintah.

 

“Support sih yang intinya kan support dari abang-kakak PASKAS yang relawan tersebut dan juga sinergi dengan para orang tua asuh dan juga pemerintah,” ujarnya.

 

Saat ini, anggota PASKAS yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kukar diperkirakan mencapai sekitar 80 orang.

 

Selain Tenggarong, terdapat pula anggota PASKAS di wilayah seperti Kota Bangun yang turut menghimpun donasi dari para orang tua asuh di daerah masing-masing.

 

Donasi yang terkumpul kemudian disetorkan ke rekening utama PASKAS untuk selanjutnya dikelola dan disalurkan bersama relawan PASKAS di masing-masing kecamatan.

 

Masyarakat yang ingin memberikan donasi dapat datang langsung ke kantor Baitul Maal Munzalan Indonesia di Jalan Naga, Gang Haji Sabri.

 

Donasi juga dapat dilakukan melalui transfer rekening atau menggunakan layanan penjemputan donasi dengan menghubungi admin PASKAS.

 

Ia berharap dukungan masyarakat, khususnya para orang tua asuh, dapat kembali meningkat sehingga PASKAS mampu menambah tonase beras dan memperluas jangkauan penerima manfaat.

 

“Semoga Paskas semakin banyak memberi manfaat lagi, keberkahan lebih banyak, dan abang-kakak Paskas lebih semangat,” harapnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengapresiasi keberadaan PASKAS yang selama delapan tahun konsisten memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat.

 

Menurutnya, PASKAS telah mengambil peran dalam membantu memenuhi kebutuhan beras di sejumlah lembaga, khususnya pondok pesantren, rumah santri, dan rumah yatim piatu.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, kita ucapkan terima kasih dan selamat kepada PASKAS yang sudah memberikan kontribusi bagi pembangunan umat, khususnya di bidang kebutuhan beras,” ujarnya.

 

Ia berharap PASKAS dapat terus menjaga konsistensi dan semangat dalam menjalankan gerakan sosial tersebut.

 

Ia juga mendorong semakin banyak masyarakat untuk ikut terlibat memberikan dukungan.

 

Dengan semakin banyaknya pihak yang bersedia menjadi bagian dari gerakan tersebut, ia berharap kebutuhan beras bagi pondok pesantren di Kukar dapat semakin terpenuhi dari waktu ke waktu.

“Harapannya mereka tetap istiqomah dan memberikan kekuatan, dan semakin banyak orang baik yang mau membersamai masyarakat ini, sehingga kebutuhan beras bagi semua pondok pesantren yang ada di Kukar semakin terpenuhi dari waktu ke waktu,” pungkasnya. (Kriz)