Akses Trans Kalimantan Rusak Parah, Warga 5 Kampung di Bentian Besar: Bagaimana Nasib Kami ???
///Keterangan Foto
: TINJAU LAPANGAN- Koordinator LSM PEDANG, Sarjodi SH bersama Ketua
DPD JPKP Kubar, PS Buditomo, saat berada dilapangan, kerusakan parah akses
Trans Kalimantan di kawasan Areng, Kecamatan Bentian Besar, Minggu 19 April
2020. (Foto : Imran/Poskota Kaltim) ///
SENDAWAR – Kondisi akses Trans Kalimantan dari Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur menuju ke Kecamatan Lampeyong, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, kini mengalami kerusakan parah.
Semula akses itu
sejak 3 tahun lalu masih berlapis aspal, tapi kini semua sudah terkelupas
hancur, hanya badan jalan tanah kuning dan banyak lubang berlumpur sangat
dalam.
Terkait hal itu,
Lembaga Swadaya Masyarakat Perisai Sendawar Membangun (LSM-Pedang) yang
diketuai oleh Jhonson Daud SH MHum, mengkritik keras terhadap kontraktor
pengerja poros nasional Kaltim-Kalteng tersebut. Menurutnya diduga saat
pengaspalan terdahulu terindikasi kerja ‘asal-asalan’.
“Benar sangat parah,
saat ini akses Trans Kalimantan dari Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar
sampai ke perbatasan Kubar-Barito Utara dalam kondisi rusak berat,” terang
Jhonson Daud melalui Koordinator Kubar-Mahulu LSM Pedang, Sarjodi SH kepada
Poskota Kaltim di Sendawar, Minggu (19/4/2020).
Menurutnya,
kerusakan parah akses antar provinsi itu akibat pengaspalan jalan
tersebut menggunakan kelas sangat rendah (Kelas 3-C).
“Kondisi tersebut tak
mampu bertahan karena kelabilan tanah, sehingga saat dilintasi kendaraan
bermuatan berat, aspal badan jalan itu hancur,” tukasnya.
Dia mengatakan, LSM
Pedang berharap pemerintah tanggap terhadap kontraktor pengerja, terutama dalam
pengawasan.
“Kami sangat
menyayangkan, terkesan pengerjaan pengaspalan tersebut asal-asalan saja,” tutur
Sarjodi.
Kerusakan akses Trans
Kalimantan itu sangat menyayat hati warga 5 kampung dikawasan itu yang tercakup
dalam Kecamatan Bentian Besar. Diantaranya Kampung Sambung, Jelmu Sibaq,
Tende, Tukuq, dan Randa Empas.
“Penderitaan tak
berkesudahan pak (wartawan, Red,-). Kami kesulitan apabila akan ke rumah sakit,
bahkan transportasi sembako juga tak lancar. Seharusnya apabila jalan itu
baik, kami mudah ke Ibukota Kecamatan Bentian Besar, Dilang Puti,” ucap Heri
(48) warga Kampung Sambung.
“Bagaimana nasib kami?.
Iya, kami tidak bisa mengeluh lagi. Karena bertahun-tahun belum juga jalan itu
diperbaiki. Jangan menunggu dekat pemilu, berharap suara kami disini. Karena
semua hanya janji hampa,” papar Rulyan (37) warga perantau asal Kalteng
yang puluhan tahun berdomisili di Kampung Tukuq, bernada kesal.
Senada diungkapkan
Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kubar, PS Buditomo.
Menurutnya, setelah memantau langsung kondisi akses Trans Kalimantan di
Bentian Besar hingga batas Kaltim-Kalteng, kerusakan parah akses tersebut harus
segera ditanggapi pemerintah.
“Saya turun langsung
kelapangan. Sudah sangat tidak layak pakai akses itu. Betapa menderita
masyarakat 5 kampung di Kecamatan Bentian Besar, karena satu-satunya akses
transportasi hanya Trans Kalimantan,” urainya.
“Kami bertemu langsung
dengan masayarakat. Keluh kesah warga adalah saat di kampung mereka ada warga
yang sakit parah, sangat sulit untuk menuju rumah sakit di kabupaten. Karena
akses Trans Kalimantan dari Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar saat ini
rusak parah,” ucap Buditomo.
Menurut Buditomo, DPD
JPKP Kubar berharap pemerintah pusat, yakni Kementerian PUPR, agar segera
tanggap dengan kondisi akses Trans Kalimantan dari Kubar, Kaltim menuju Barito
Utara, Kalteng . Agar dalam tahun ini dapat ditinjau, karena menyangkut hajat
hidup orang banyak. (imn)