Punya Alat TCM, RSUD AM Parikesit Bisa Uji Swab Covid-19

img

(Edi Damansyah saat meninjau alat TCM) 


TENGGARONG, RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang kini memiliki alat sendiri untuk menguji sampel swab Covid-19. Alat TCM (Tes Cepat Molekuler) tersebut, Selasa 9 Mei 2020 siang kemarin ditinjau Bupati Edi Damansyah, didampingi Sekda dan Kepala Dinas Kesehatan Kukar.

Menurut Bupati Kukar Edi Damansyah peralatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah melalui RSUD AM Parikesit dalam menyedikan fasilitas pelayanan untuk memberikan kepastian status positif atau negatif kepada masyarakat terkait covid 19.

"Dengan Keberadaan TCM, tak ada lagi pasien yang meninggal dunia tanpa keterangan karena dapat diketahui hasil uji swab lebih cepat khususnya apabila ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia sehingga bisa diputuskan proses pemakamannya"ungkap Edi

Edi meminta kepada pihak RSUD AM Parikesit agar dapat menggunakan alat TCM untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

"Harapan saya warga masyarakat juga harus tumbuh kesadaran kolektif untuk melindungi diri, keluraga dan lingkungan" Harap Edi.

sementara itu Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kukar selaku Kadis Kesehatan dan Plt. Direktur RSUD AM. Parikesit Martina Yulianti mengatakan bahwa kapasitas TCM masih terbatas yakni dalam 1 jam hanya bisa dilakukan 2 pengujian sampel, pihaknya akan memaksimalkan pengunaan TCM dengan melakukan uji sampel hingga 18 jam menggunakan 3 shift operator secara bergantian.

"Pembelian TCM menggunakan anggaran BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) dan kita masih menunggu alat yang lebih besar lagi dengan kapasitas pengujian hingga 100 sempel dan itu sama dengan milik Provinsi Kaltim, rencananya akan datang sekitar 2 minggu" ujarnya.

RSUD AM Parikesit juga menyediakan layanan uji swab secara mandiri dengan biaya sebesar Rp 2 juta, namun untuk biaya uji swab pasien suspect yang dirawat ditanggung oleh negara melalui pemerintah daerah.

"Kalau RSUD AM Parikesit biaya untuk uji swab mandiri Rp 1,9 juta ditambah surat keterangan hasil swab Rp 100 ribu dan kenapa mahal karena memang bahannya mahal dan setiap rumah sakit akan berbeda tarifnya sesuai alat - alat yang dikenakan" jelas Yuli.

selain uji swab, RSUD Am Parikesit juga menyiapkan Rapid test secara mandiri dengan biaya sebesar Rp 500 ribu. "Jadi yang membayar hanya yang minta periksa atas permintaan sendiri bukan atas indikasi terjangkit" ungkapnya mengakhiri.(pk)