Dinas Pertanian dan Peternakan Lakukan Pemeriksaan Hewan Qurban
(Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Sutikno disaksikan Kepala Dinas Peternakan Kaltim saat menyerahkan hasil pemeriksaan hewa qurban kepada pedagang sapi qurban di Jalan Jelawat Tenggarong,
TENGGARONG, Dinas
Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara bersama Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (10/7/2020) pagi melakukan
pemeriksaan kesehatan hewan qurban di Tenggarong.
Pemeriksaan hewan
qurban dilakukan dibeberapa titik diwilayah Tenggarong, yaitu di kawasan Jalan
Jelawat, Pasar Tanggarong, Bukit Biru, dimana hewan hewan qurban yang didatangkan
dari luar Kukar, yakni dari Sulsel.
Kepala Dinas
Pertanian-Peternakan Kukar Sutikno mengatakan, hewan qurban yang sudah
diperiksa dan dinyatakan aman/sehat oleh petugas Dinas Pertanian/Peternakan akan
dipasang label oleh pemilik atau pedagang, sehingga masyarakat diharapkan untuk
tidak sembarangan untuk membeli hewan qurban, pastikan bahwa kondisi hewan
qurban sehat dan layak.
Sementara Kepala
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya yang turut memantau
proses pemeriksaan kesehatan hewan Qurban di Tenggarong, Jumat (10/7/2020) menyebut
bahwa kegiatan pemeriksaan hewan merupakan kegiatan rutin setiap tahun.
“Terutama untuk hewan
qurban yang didatangkan dari luar Kaltim. Kalau untuk hewan yang dipelihara
peternak di Kaltim kita rutin lakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan sapi qurban milik Abdullah,pedagang yang berada di kawasan Jalan Jelawat Tenggarong, ada sekitar 31 ekor sapi, dan dinyatakan oleh petugas dari Dinas Pertanian-Peternakan dalam kondisi sehat dan layak berdasarkan hasil pemeriksaan anamnesaa dan pemeriksaan fisik.
Sementara itu Abdullah pedagang sapi qurban, mengaku bahwa menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini dirinya mendatangkan sebanyak 70 ekor sapi dari Sulawasi Selatan. Dari jumlah itu dibagi di dua tempat, sekitar 31 ekor ditempatkan dikawasan Jalan Jelawat dan sisanya berada di Pasar Tenggarong.
"Disini (Jalan Jelawat) ada 31 ekor , dan yang sudah laku ada 10 ekor. Biasanya satu pekan sebelum hari raya, stok sapi kami sudah habis. Tahun lalu kami bisa menjual sekitar 98 ekor sapi, yang juga kita datangkan dari sulawesi. Untuk harga, kita patok kisaran Rp15 juta sampai Rp25 juta." kata Abdullah kepada Poskotakaltimnews.com usai menerima surat hasil pemeriksaan hewan qurban dari Dinas Peternakan Kukar..(awi/Poskotakaltimnews.com)