KPU Mahulu Sudah Gelar Simulasi Pungut Hitung, dan Perkenalkan Aplikasi ‘Sirekap’

img

Keterangan Foto : KPU Mahulu menggelar Simulasi Pungut Hitung Suara di BPU Kampung Long Bagun ulu, Kecamatan Long Bagun, Sabtu 21 November 2020. (Foto :Ran/Poskota Kaltim).

 

MAHAKAM ULU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), telah mengantisipasi tata cara pemungutan dan penghitungan suara  dalam  pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 9 Desember 2020.

Yakni dengan menguatkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Diantaranya, untuk memastikan kerja Petugas Pemungut Suara pada  9 Desember mendatang berjalan sesuai tupoksi, KPU Mahulu menggelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Long Bagun ulu, Kecamatan Long Bagun, Sabtu (21/11/2020).

“Dalam simulasi dilibatkan 55 peserta. Terdiri Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) 5 kecamatan se-Mahulu, juga panitia pemilih tingkat kampung,” jelas Ketua KPU Mahulu, Frederik Melawen SH kepada wartawan, usai acara itu di  Kantor KPU Mahulu, Kampung Long Bagun Ulu.

Dia menjelaskan, dalam simulasi pungut hitung suara itu, didesain mirip seperti pelaksanaan pemilu umumnya. Namun dilakukan dengan tatacara Protokol Kesehatan Pandemi Covid-19. Dihadirkan pula masyarakat sebagai pemilih dan juga Petugas Pemungutan Suara (PPS) dari lima kecamatan se-Mahulu.

“Simulasi sesuai perintah dari KPU RI, dilaksanakan serentak pada 21 November 2020 oleh KPU kabupaten/kota se-Indonesia,” tuturnya.

Frederik Melawen mengungkapkan, poinnya simulasi menjadi bahan bagi KPPS nantinya jika ada permasalahan terkait Covid-19 di KPPS, saat berlangsung pungut hitung suara pilkada 2020.

“Juga terkait dengan penggunaan aplikasi ‘Sirekap’. Menjadi aplikasi terbaru dari KPU. Sistemnya sangat baru bagi KPPS,” urainya.

Menurut Frederik Melawen, dalam simulasi itu KPU Mahulu mengundang PPK 5 kecamatan se-Mahulu, juga masyarakat. Menyaksikan langsung kegiatan simulasi.

“Agar nanti pada 23-27 November bisa melakukan Bimbingan Teknis kepada KPPS, sesuai yang sudah diperagakan dalam simulasi,” tukas Frederik Melawen.

Ditambahkannya,  fungsi simulasi itu adalah sebagai langkah awal supaya PPK hingga KPPS memahami terkait pelaksanaan pungut hitung didalam masa pandemi covvid-19.

“Simulasi itu menjadi garis besar yang akan dilaksanakan pada hari pelaksanaan pilkada 9 Desember 2020,” sebutnya.

Menurutnya, dalam simulasi diperagakan conttoh warga yang datang ke TPS pada 9 Desember mendatang. Ada warga yang tidak membawa KTP elektronik, terjadi warga (pemilih) pingsan saat di TPS, suhu tubuh tinggi, serta ada warga belum cukup umur datang ke TPS.

“Sehingga perlakuan khusus yang harus dipahami oleh petugas di TPS,” tandas Frederik Melawen.

Pesan penting melalui simulasi, para petugas di TPS dan masyarakat pemilih harus mematuhi aturan protokol kesehatan pada hari pelaksanaan pilkada 9 Desember mendatang.(ran)