Siklon Tropis Surigae, Berau Waspada Hujan Lebat Hingga Angin Kencang
(ilustrasi
siklon tropis surigae)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TANJUNG
REDEB-Keberadaan
siklon tropis membawa dampak perubahan cuaca, bahkan gelombang laut bisa
mengalami peningkatan dengan cepat.
Wilayah Berau berpotensi mengalami
peningkatan curah hujan tinggi. Selain perubahan cuaca, peningkatan ketinggian
gelombang laut diperkirakan mencapai 2,5 meter.
Karena itu, Tekad Sumardi Kepala BMKG Berau mengingatkan
kepada nelayan untuk memperhatikan cuaca terlebih dahulu sebelum melaut.
Termasuk kemunculan awan kumulonimbus (CB).
Disampaikan Kepala BMKG Berau Tekad
Sumardi , berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
(BMKG), Siklon Tropis Surigae cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Namun, keberadaannya tetap memberikan dampak
tidak langsung bagi sejumlah provinsi di Tanah Air, termasuk Kalimantan
Timur.Sebelumnya, BMKG mendeteksi kemunculan bibit siklon tropis dengan kode
94W yang tumbuh di wilayah Samudra Pasifik sebelah utara Papua, yang kemudian
terus berkembang menjadi siklon tropis Surigae.
“Dampak
awan CB seperti kencangnya angin, serta dapat menimbulkan gelombang
tinggi. Ini tentu membahayakan bagi nelayan yang nekat melaut saat cuaca buruk
seperti saat ini,” ujarnya kemarin .
Selain itu, siklon tropis Surigae juga mempengaruhi kecepatan angin. Jika biasanya kecepatan angin di Berau hanya 10 knot, maka bisa mencapat 20 knot. Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan beberapa daerah di Berau rawan longsor.Untuk Kabupaten Berau terutama daerah pesisir, lanjutnya, perlu waspada, sebab curah hujan yang cukup tinggi terjadi saat ini.“Diperkirakan puncaknya terjadi pada 18 April 2021,” ungkapnya.
Sementara
itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin
mengatakan, untuk Berau memang ada beberapa kecamatan yang berpotensi mengalami
longsor, seperti di Teluk Bayur, Gunung Tabur, Jalan Poros Kelay, dan juga
kawasan pesisir Berau mulai Talisayan hingga Bidukbiduk. “Edaran memang belum
ada. Tapi kami sudah koordinasi dengan wilayah tersebut agar waspada,” ujarnya.
Ia
melanjutkan, pesisir Berau banyak ditumbuhi pohon-pohon besar. Ia meminta
kepada masyarakat agar mewaspadai kawasan tersebut jika terjadi angin kencang
agar tidak menimbulkan korban jiwa.
“Jika terjadi angin kencang beserta hujan,
sebaiknya hindari dulu kawasan yang terdapat pohon tinggi,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Kepala Pusat Data,
Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, siklon
tropis Surigae ini diperkirakan bergerak dengan kecepatan 10 knot atau 19
kilometer per jam dengan kekuatan 95 knots atau 185 kilometer per jam dengan
tekanan 935 hPa.
Dia
mengatakan akibat adanya pergerakan dan fenomena siklon tropis tersebut, BMKG
memprediksi dampaknya dapat berupa potensi hujan lebat disertai kilat/petir
serta angin kencang di sembilan wilayah.Berikut sembilan provinsi diminta
siaga: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur,
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.
"Sehubungan
dengan adanya perkembangan informasi mengenai siklon tropis Surigae tersebut,
BNPB melalui Kedeputian Bidang Pencegahan menginstruksikan kepada pemangku
kebijakan di kabupaten/kota di wilayah masing-masing agar dapat melaksanakan
upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi beberapa dampak dari siklon tropis
tersebut," kata Raditya.(sep)