PT BBM Diminta Bayar Pesangon 44 Eks Karyawannya

img

BONTANG, Komisi I DPRD Bontang, menggelar menggelar mediasi bersama manajemen PT Bumi Bangkirai Mandiri (BBM) Versus eks 44 pekerja Cleaning Service (CS) di lingkup Bontang, terkait pemutusan hubungan kerja.

Dalam Rapat yang digelar cukup alot itu, Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris menyarakankan untuk kembali merekrut 44 eks karyawannya yang telah diatur dalam regulasi.

“Saya sarankan agar PT BBM kembali mempekerjakan 44 eks karyawannya, jika mengacu amanat undang-undang tentunya, pihak perusahaan akan membayar uang pesangon sebagai buntut pemutusan kerja,” kata Agus Haris saat memimpin rapat kerja bersama unsur pemerintah. 31/05.

Agus Haris menilai, PHK yang dilakukan PT BBM tentunya hak perusahaan, namun tidak menabrak rambu-rambu yang ditetapkan dalam regulasi.

“Mereka para karyawan yang di PHK, tidak meminta pesangon apabila mereka kembali direkrut dan dipekerjakan. Nah, lantaran dokumen kontrak tidak mencamtumkan anggaran untuk pesangon. Sehingga kebijakan pemutusan hubungan kerja tak dapat dilakukan ,”katanya.

Sementara pihak manajemen PT.BBM mengaku melakukan rasionalisasi terhadap pekerja sesuai kebijakan perusahaan,sehingga tidak lagi memakai beberapa tenaga pekerja CS yang lama karena dianggap tidak lulus dalam test yang dilaksanakan oleh Pihaknya.

“Kalaupun pada Tahun 2016 itu bisa diakomodir pekerja Itu, karena adanya kebijakan-kebijakan yang disepakati bersama. Dan kebijakan itu pun telah berakhir dibulan desember 2016,” kata Ahmad Faisal selaku Direktur PT.BBM.

Pihaknya tetap mengacu berdasarkan dokumen lelang untuk melaksanakan pekerjaan sebagai penyedia jasa di lingkup Bontang.

Sementara itu, penyedia kerja dalam hal ini Pemkot Bontang, melalui Kabag Umum Pemkot, Baharuddin, menuturkan di dalam dokumen Surat Perintah Kerja (SPK) hanya mengakomodir 86 karyawan saja. Namun, diperjalanan PT BBM tetap memperkejakan 130 karyawan sampai pada bulan ke-4 tahun ini.

“Di dalam SPK hanya ada 86 karyawan saja, dan tentunya pihak BBM sudah memahami itu namun tetap mempekerjakan 130 karyawannya hingga Bulan ke IV tahun ini,” katanya.wan/poskotakaltimnews.com