Seno Aji Gelar Sosbang di Tenggarong Seberang

img

Kegiatan sosialisasi kebangsaan Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR  - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Ir. H. Seno Aji, M.Si kembali melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang), kali ini politisi Gerindra tersebut melakukan sosialisasi di SMAN 2 Tenggarong Seberang, Kabupaten Kukar, Jum'at (4/11/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut narasumber Muhammad Yudi, Perwakilan Koramil Tenggarong Seberang, Wakil Kepsek Arbani Effendi dan jajaran guru serta siswa SMAN 2 Tenggarong Seberang.

"Kegiatan Sosbang ini salah satu tanggung jawab DPRD Kaltim dalam rangka membangun landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terdiri dari landasan ideologi Pancasila, Konstitusi, persatuan dan kesatuan serta semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia dan pembangunan di daerah, " papar Seno Aji.

Ia menjelaskan, bela negara diperlukan karena adanya ancaman yaitu, setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah Negara dan keselamatan bangsa.

"Tujuan sosialisasi ini juga sebagai upaya mewujudkan nasionalisme yang tinggi dari segala aspek kehidupan masyarakat Kaltim yang mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah. Dan tentunya mewujudkan Negara Indonesia yang memiliki tekad, sikap dan tindakan yang teratur, menyeluruh, terpadu dan guna meniadakan setiap ancaman, baik dari luar maupun dari dalam Negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, " jelasnya.

Ia menambahkan, sosialisasi ini menjelaskan 4 pilar yang menjadi konsensus bangsa kita yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

"Sosbang ini merupakan yang kedua saya laksanakan, dimana DPRD Provinsi Kaltim setiap bulan selalu mengadakan sosialisasi tersebut. Kita sering mendengarkan kebangsaan ini di mata pelajaran PKM, tapi masalah sosialisasi kebangsaan itu untuk seluruh masyarakat Indonesia, mengingat beberapa tahun yang lalu paham radikalisasi banyak beredar di Indonesia dan sudah masuk ke sekolah juga, kita berharap mengembalikan itu, " tandasnya.(adv)