SMAIT Ash Shohwah Berau Reposisi Program Unggulan, Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

img

Foto bersama Kepala Sekolah, Ketua Yayasan, Ketua Komite Dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Tahun ajaran 2025 menjadi tonggak penting bagi SMAIT Ash Shohwah Berau. Sekolah ini melakukan reposisi terhadap dua program unggulannya, yakni International Education Program (IEP) dan  Sekolah Kerja Nyata (SKN). Dalam kebijakan baru tersebut, IEP kini diterapkan untuk siswa Kelas XI, sementara SKN menjadi program puncak bagi siswa kelas XII sebagai bentuk pengabdian masyarakat sekaligus simbol kelulusan karakter siswa.

 

Kepala SMAIT Ash Shohwah,  Ririn Astriani, menjelaskan bahwa penempatan IEP di kelas XI bertujuan memberikan waktu lebih panjang bagi siswa untuk mempersiapkan diri melanjutkan studi ke luar negeri.


“Dengan mengikuti IEP lebih awal, siswa memiliki kesempatan satu tahun lebih untuk menyiapkan portofolio global, memperkuat kemampuan bahasa asing, serta merancang rencana studi yang matang,” ujarnya.

 

Tahun ini, IEP diikuti oleh siswa kelas XI dan XII dengan fokus membentuk profil lulusan yang berdaya saing global, berketuhanan, berwawasan kewargaan, mandiri, kolaboratif, bernalar kritis, komunikatif, sehat jasmani dan rohani, serta kreatif. Delapan dimensi tersebut sejalan dengan konsep deep learning atau pembelajaran mendalam yang kini menjadi arah pendidikan nasional.

 

Kepala Cabang Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Ahmadong, yang hadir pada acara pelepasan peserta IEP di Bandara Kalimarau, Rabu (17/9/2025), memberikan apresiasi atas inovasi tersebut. “IEP merupakan program prestisius yang patut dipertahankan dan terus dikembangkan agar dapat menajamkan profil lulusan berdaya saing global serta mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman,” ungkapnya.

 

Sementara itu Ketua Komite SMAT IT Ash Shohwah, Sri Endang P mengatakan keberadaan orang Tua sebagai garda terdepan mendukung suksesnya kegiatan IEP tentu sudah melewati pertimbangan panjang. Pasalnya Orang tua disini tidak hanya harus mempersiapkan dukungan finansial, tapi juga dukungan moral untuk melepas anaknya yang masih duduk dibangku sekolah untuk  pergi mencari ilmu hingga ke Negara lain. 

  

“Melihat IEP ini kegiatan posistif membuat kami para Orang Tua  mendukung dengan ikhlas melepas anak -anak kami berselencar ke Luar Negeri,” ungkap Sri Endang.

 

SMAIT Ash Shohwah sendiri berharap program IEP yang telah berjalan sejak sekolah ini berdiri dapat menjadi sarana penguatan delapan profil lulusan berbasis pembelajaran mendalam. Program ini dikemas secara berbeda dengan study tour biasa, yakni dalam bentuk “semi-backpacker”, untuk menumbuhkan karakter mandiri, kreatif, kolaboratif, dan bernalar kritis.

 

Sebelum keberangkatan, siswa mengikuti pembekalan mental, spiritual, dan akademik, termasuk simulasi perjalanan menggunakan transportasi publik di dalam dan luar negeri. Mereka juga dilatih mengelola anggaran pribadi, mencatat pengeluaran harian, serta menyiapkan dana darurat.

 

Pendanaan program ini melibatkan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan siswa. Melalui berbagai kegiatan seperti bazar sekolah,  Car Free Day  (CFD), penjualan karya siswa, hingga pencarian sponsor lokal, para siswa dilatih memahami pentingnya kerja sama dan tanggung jawab finansial. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa perjalanan besar harus diiringi usaha bersama, bukan sekadar biaya dari orang tua,” ujar  Akbar , Koordinator Program IEP 2025.

Setelah melalui proses panjang, program IEP 2025 akhirnya terlaksana pada 17–29 September 2025 dengan destinasi Jakarta, Makau, dan Hong Kong. “IEP bukan hanya tentang pergi ke luar negeri, tapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman. Siswa kami belajar mempraktikkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat dunia,” tutup Akbar. (sep/FN)