Dewan Dorong BUMD Lebih Kreatif Mencari Sumber PAD Baru, Terap Perhatikan Aspek Lingkungan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Dengan kondisi keuangan daerah saat ini cukup berat, bahkan Berau tahun depan harus menerima potongan anggaran sekitar Rp1,9 triliun. Menyikapi hal ini maka BUMD harus kreatif mencari sumber PAD baru, tapi tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pendapat ini disampaikan Anggota DPRD Berau, Elita Herlina.

 

Menurutnya bahwasanya  Dewan juga mendorong Pemkab Berau dapat beralih dari ketergantungan pada batu bara menuju pengembangan sektor lain sebagai produk unggulan dan sumber PAD baru yang berkelanjutan.

 

 “Harapan kami upaya ekspansi ekonomi  termasuk rencana pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, tidak mengorbankan kelestarian lingkungan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat,” ungkap Elita Herlina.

 

Ia menambahkan, bahwa dari hasil kegiatan RDP bersama sejumlah mitra kerja, bahwa program pelestarian Hutan Sanggam telah berjalan dengan capaian di atas 90 persen. Namun pelestarian tersebut perlu terus dipertahankan agar Berau tidak kehilangan tutupan hijau yang berfungsi menahan bencana banjir.

 

“Sudah kita tahu bersama dimana  banjir besar yang melanda Berau kemarin menjadi peringatan. Hutan adalah penyangga utama. Jadi kita harus pastikan Hutan Sanggam ini tetap tersambung dan terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Elita Herlina juga menyoroti fenomena ekspansi perkebunan sawit yang semakin meluas. Ia menilai, meskipun sawit memberikan nilai ekonomi, namun secara ekologis tidak mampu menggantikan fungsi hutan alam. 

 

“Kalau sawit ditebang, dia tidak punya puncak kayu seperti hutan asli. Jadi saya lebih sepakat untuk mempertahankan kawasan hutan dan mencari alternatif usaha lain yang tidak merusak alam,” tegasnya.

 

Masih dalam penjelasannya  Elita Herlina mengatakan bila   pertanian jagung ingin dikembangkan maka harus disertai kajian matang agar tidak menimbulkan masalah baru, seperti anjloknya harga saat panen raya.

 

Serta pentingnya keberlanjutan dan tata kelola yang baik agar sektor pertanian benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

 

“Jagung bisa menjadi komoditas potensial, tapi kita perlu mengatur sistem panen dan distribusinya supaya petani tidak dirugikan. Jangan sampai harga anjlok karena produksi berlebihan,” katanya.

 

DPRD siap memberikan dukungan dan kebijakan yang berpihak pada program pembangunan berkelanjutan, khususnya yang dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Kami di DPRD akan terus mendorong pemerintah daerah dan BUMD agar berinovasi dalam meningkatkan PAD, tapi tanpa mengorbankan hutan dan lingkungan yang menjadi identitas Berau,” pungkasnya. (sep/FN/advertorial)