Selaraskan Program Daerah dan Pusat, Bappeda Kukar Maksimalkan Koordinasi Antar OPD
Kabid Sosial dan Budaya Bappeda Kukar, Gamal
Abdul Aziz (Riz/Poskotakaltim)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meminta seluruh perangkat daerah untuk lebih aktif menjalin koordinasi dengan Bappeda dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja. Langkah ini dinilai penting agar arah pembangunan daerah tetap sejalan dengan kebijakan dan prioritas pemerintah pusat.
Kepala Bidang Sosial dan
Budaya Bappeda Kukar Gamal Abdul Aziz mengatakan, sinkronisasi antara daerah
dan pusat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang efektif dan
berkelanjutan. Tanpa koordinasi yang intens, program daerah bisa saja berjalan
di luar fokus prioritas nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Bappeda berperan sebagai
koordinator perencanaan, sehingga penting bagi perangkat daerah untuk
berkomunikasi dan berkoordinasi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Tujuannya agar program yang disusun tidak hanya relevan dengan kebutuhan
daerah, tetapi juga mendukung arah kebijakan nasional,” kata Gamal Abdul Aziz,
di Tenggarong, Senin (10/11/2025).
Ia menjelaskan, pemerintah
pusat saat ini fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan
kemiskinan ekstrem, serta penguatan ketahanan ekonomi. Karena itu, setiap
perangkat daerah di Kukar diharapkan dapat merancang kegiatan yang mendukung
sasaran tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Misalnya, kegiatan yang
mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan
keterampilan kerja merupakan bagian dari prioritas nasional. Hal ini perlu
dipahami bersama agar setiap rencana kerja daerah memiliki kontribusi yang
nyata terhadap pembangunan nasional,” tambahnya.
Ia menilai, koordinasi
yang baik juga akan meminimalkan tumpang tindih program antarperangkat daerah,
serta meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran. Dengan begitu, pembangunan
dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Selain itu, Bappeda Kukar
juga terus memperkuat sistem monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan
program di lapangan. Agar perencanaan yang telah disusun berjalan dengan baik.
“Kami juga membuka ruang
konsultasi bagi perangkat daerah yang memerlukan pendampingan, dalam penyusunan
rencana kerja. Dengan komunikasi yang terbuka dan aktif, kami yakin perencanaan
pembangunan Kukar bisa lebih selaras dengan strategi pembangunan nasional,”
jelasnya.
Ia berharap, budaya
koordinasi lintas sektor ini dapat menjadi kebiasaan dalam tata kelola
pemerintahan di Kukar. “Koordinasi bukan sekadar formalitas, tetapi bagian
penting dari sinergi pembangunan. Jika semua perangkat daerah bergerak dalam
satu arah, maka visi pembangunan daerah dan pusat akan tercapai bersama,”
pungkasnya. (Adv/riz)