Bappeda Kukar Targetkan Angka Kemiskinan Turun
Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda Kukar Gamal Abdul Aziz
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)
melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menargetkan angka
kemiskinan dapat ditekan hingga mencapai 6 persen lebih dalam beberapa tahun ke
depan.
Upaya ini menjadi bagian
dari komitmen pemerintah daerah, dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan
masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan tertinggal.
Kepala Bidang Sosial dan
Budaya Bappeda Kukar Gamal Abdul Aziz menjelaskan, saat ini angka kemiskinan di
Kukar masih berada di kisaran 7 persen.
Menurutnya, meskipun
persentasenya relatif kecil dibandingkan rata-rata provinsi, penurunan lebih
lanjut tetap menjadi prioritas agar tidak terjadi ketimpangan sosial
antarwilayah.
“Target kami adalah
menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 7 persen, tepatnya sekitar 6 persen
lebih. Upaya ini membutuhkan kerja sama lintas sektor agar penanganan
kemiskinan bisa lebih terarah dan berkelanjutan,” jelas Gamal Abdul Aziz pada
Poskotakaltimnews, di Tenggarong, Senin (10/11/2025).
Ia menyebutkan, strategi
yang dilakukan mencakup penguatan program perlindungan sosial, peningkatan
akses pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui
sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pendekatan
tersebut diharapkan mampu menyasar langsung kelompok masyarakat yang paling
rentan.
Selain itu, Bappeda Kukar
juga mendorong perangkat daerah untuk lebih aktif melakukan sinkronisasi
program agar tidak terjadi tumpang tindih antara kegiatan pusat, provinsi, dan
daerah.
Ia menilai koordinasi yang
baik menjadi kunci dalam memastikan setiap intervensi kebijakan berdampak
nyata, terhadap penurunan angka kemiskinan.
Bappeda Kukar juga akan
memperkuat basis data kemiskinan terpadu untuk memastikan penyaluran program
bantuan sosial tepat sasaran. Dengan dukungan data yang akurat, pemerintah
daerah dapat merancang intervensi yang lebih efisien dan efektif di setiap
wilayah.
Pihaknya optimistis bahwa
target penurunan kemiskinan ini dapat tercapai, seiring meningkatnya sinergi
antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Dalam hal ini, peran
kolaboratif dari berbagai pihak sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan
sosial di Kukar.
“Dengan komitmen bersama
dan pelaksanaan program yang terukur, kami yakin angka kemiskinan bisa turun
hingga di kisaran 6 persen lebih. Tujuan akhirnya tentu adalah menciptakan
masyarakat Kutai Kartanegara yang lebih sejahtera dan mandiri,” ungkapnya.
(Adv/riz)