Bertahan dan Terus Berkembang, PLTS Komunal Muara Enggelam Antar BUMDes Raih Juara Nasional

img

BUMDes Bersinar Desaku meraih Juara 1 Kategori Off-Grid Subkategori Power pada Apresiasi EBTKE 2026. (Doc. BUMDesa Bersinar Desaku)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR:  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mampu bertahan lebih dari satu dekade sekaligus terus berkembang hingga kini.

Keberlanjutan dan pengembangan pembangkit yang dikelola BUMDesa Bersinar Desaku itu mengantarkan BUMDes meraih Juara 1 Kategori Off-Grid Subkategori Power dalam ajang Apresiasi Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) 2026.

Penghargaan tersebut diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal EBTKE, serta diberikan di Jakarta pada Kamis (3/9/2026).

Wakil Direktur BUMDesa Bersinar Desaku, Ramsyah mengatakan, keberlanjutan PLTS menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat Muara Enggelam mampu bersaing hingga tingkat nasional.

PLTS tersebut dibangun sekitar 2015 dan hingga kini masih beroperasi melayani kebutuhan listrik masyarakat.

“Dari ratusan PLTS yang dulu dibangun secara bersamaan dengan Desa Muara Enggelam pada 2014-2015, sekarang banyak yang sudah tidak beroperasi. Sementara Muara Enggelam masih bertahan,” ujarnya kepada Poskotakaltimnews pada Jumat (4/9/2026).

Dalam kompetisi tersebut, BUMDesa Bersinar Desaku masuk kategori off-grid power karena sistem kelistrikan yang dikelola tidak terkoneksi dengan jaringan PLN dan berada di wilayah terpencil.

Ia menyebut peserta kompetisi berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan sejumlah kategori pengembangan energi terbarukan.

Jumlah peserta yang mengikuti rangkaian kompetisi, berdasarkan informasi yang diterimanya, hampir mencapai 300 peserta.

Setelah melalui proses seleksi, BUMDesa Bersinar Desaku berhasil masuk nominasi tiga besar.

Keberhasilan mempertahankan operasional PLTS juga diiringi dengan peningkatan kapasitas pembangkit. Saat awal dibangun, PLTS Komunal Muara Enggelam memiliki kapasitas sekitar 30 kilowatt peak (kWp).

Pada 2018, kapasitas tersebut meningkat menjadi sekitar 43 kWp setelah dilakukan penambahan panel.

Pengembangan kembali dilakukan pada 2024 melalui dukungan pemerintah daerah sebesar Rp4 miliar untuk penambahan kapasitas sekitar 12,1 kWp.

Kini kemampuan pembangkit yang dikelola BUMDes tersebut mencapai sekitar 71 kWp.

“Jadi, salah satu penilaiannya adalah keberlanjutan dan peningkatan kapasitas,” tuturnya.

Ia mengatakan pengembangan PLTS tersebut juga tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.

Dukungan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk pendampingan terhadap BUMDes, tetapi juga melalui tambahan dukungan untuk pengembangan usaha dan kelistrikan.

Menurutnya, DPMD Kukar melalui bidang yang menangani kelistrikan dan BUMDes beberapa kali memberikan tambahan dukungan kepada BUMDesa Bersinar Desaku, salah satunya pernah dialokasikan sekitar Rp300 juta.

Dukungan tersebut juga digunakan untuk menjaga keberlangsungan sistem kelistrikan, termasuk penggantian baterai.

Sistem penyimpanan energi yang sebelumnya menggunakan baterai gel kini telah sepenuhnya beralih menggunakan baterai litium.

“Dulu kami menggunakan baterai gel, ekarang alhamdulillah sudah 100 persen menggunakan baterai litium,” ungkapnya.

Saat ini, PLTS Komunal Muara Enggelam melayani sekitar 168 pelanggan. Sebanyak 159 pelanggan merupakan rumah tangga, sedangkan sembilan lainnya merupakan fasilitas umum.

Kapasitas sambungan rumah tangga bervariasi, mulai sekitar 350 watt hingga 1.000 watt. Untuk pemakaian rata-rata, pelanggan membayar sekitar Rp3.500 per malam, dengan besaran biaya menyesuaikan kapasitas listrik yang digunakan.

Menurutnya, keberlanjutan PLTS juga menjadi bukti bahwa energi terbarukan dapat dikelola secara berkelanjutan di tingkat desa. Bahkan, konsep tersebut telah menjadi contoh yang kemudian direplikasi di sejumlah daerah.

Ia berharap penghargaan tingkat nasional tersebut semakin memperkuat semangat pengelola BUMDes dan masyarakat untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan pembangkit tersebut.

“Walaupun berada di pelosok atau daerah terpencil, kita tetap bisa berkarya. Yang penting ada kemauan dan kebersamaan, kuncinya adalah kebersamaan dan keteguhan dalam menjalankan program,” tegasnya.

Ke depan, BUMDesa Bersinar Desaku berharap kapasitas PLTS kembali ditambah. Proposal pengembangan telah disampaikan kepada Direktorat Jenderal EBTKE dengan harapan memperoleh dukungan pembiayaan melalui APBN.

“Harapan kami ke depan tentu ada penambahan kapasitas lagi. Sejalan dengan program Presiden terkait energi baru terbarukan, kami juga sudah menyusun proposal. Alhamdulillah, proposal tersebut sudah kami sampaikan kepada pihak Direktorat Jenderal EBTKE. Mudah-mudahan ada penambahan kapasitas yang bisa dibiayai melalui APBN,” harapnya.

Ia juga mendorong BUMDes lain di Kukar untuk terus mengembangkan usaha yang mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa (PADes).

Menurutnya, BUMDes dapat menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi desa, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran.

“Pendapatan asli desa salah satunya bisa bersumber dari BUMDes. Karena itu, yang penting BUMDes dikelola dengan baik sehingga bisa memberikan kontribusi terhadap PADes,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Kukar, Arianto menyampaikan apresiasi atas keberhasilan BUMDesa Bersinar Desaku meraih penghargaan tingkat nasional tersebut.

Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti inovasi dan kontribusi BUMDes dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, sekaligus menunjukkan potensi desa dapat dikelola untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selamat dan sukses kepada BUMDesa Bersinar Desaku atas capaian Juara 1 Kategori Off-Grid Subkategori Power dalam Apresiasi EBTKE 2026. Ini menjadi kebanggaan bagi Desa Muara Enggelam dan Kukar,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi motivasi bagi BUMDes lainnya untuk terus mengembangkan potensi desa dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, capaian ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan pengelolaan potensi desa, serta menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mendukung kemajuan desa secara berkelanjutan,” pungkasnya. (kri)