Tim Menko Polhukam Kunjungi Kaltim, Kaji IKN dari Sisi Astragatra
(Tim Menko Pukhukam melakukan kunker ke Kalimantan Timur)
SAMARINDA-Kalimantan Timur mendapat kunjungan
kerja Tim Menko Polhukam dalam rangka kajian terkait rencana pemindahan ibu
kota negara (IKN).
Tim Menko Polhukam dipimpin Staf Ahli Menko
Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman Laksda TNI Yusup.
Turut dalam rombongan Staf Ahli Menko
Polhukam lainnya yakni Irjen Pol Agung Makbul (Staf Ahli Menko Polhukam Bidang
Ideologi dan Konstitusi), Mayjen TNI Alfret Denny D Tuejeh (Staf Ahli Menko
Polhukam Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi), Asmarni (Staf Ahli Menko Polhukam Bidang
Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup).
"Kami sangat mengapresiasi kunjungan Tim
Menko Polhukam dan sangat berharap
bimbingan pusat demi kelancaran rencana pemindahan IKN ini," kata
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang
Polhukam Wahyu Widhi Heranata saat mewakili Gubernur Kaltim menerima kunjungan
kerja Tim Menko Polhukam di Ruang Rapat Tepian II, Rabu (25/11/2020).
Sementara Laksda TNI Yusup menyampaikan
kehadiran mereka ke Kaltim dalam tujuan
mengkaji rencana pemindahan ibu kota negara dari sisi Astragatra. Yakni sebuah
konsepsi dasar ketahanan nasional yang merupakan perangkat hubungan bidang
kehidupan manusia dan budaya dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang
dapat dicapai menggunakan kemampuannya.
“Pengkajian Astragatra ini terdiri dari aspek
alamiah (Tri Gatra) dan aspek sosial (Panca Gatra). Sehingga gabungan dari
keduanya ini menjadi Astagatra,” kata Laksda TNI Yusup.
Tri Gatra meliputi gatra geografi, gatra
kekayaan alam dan gatra kependudukan. Sementara Panca Gatra meliputi ideologi,
politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan (Ipoleksosbudhankam).
Sedangkan Staf Ahli Menko Polhukam Bidang
Ideologi dan Konstitusi Irjen Pol Agung Makbul menambahkan alasan penetapan
Kaltim sebagai calon ibu kota negara tidak bisa dilepaskan dari beberapa faktor
lain. Antara lain sejarah (kerajaan pertama di Indonesia), filosofis, yuridis
dan sosial.
“Empat faktor ini juga menjadi pertimbangan
penting, mengapa Kalimantan Timur yang kemudian dipilih oleh Presiden Joko
Widodo,” tukasnya.
Wacana pemindahan ibu kota negara
sesungguhnya bukan isu baru. Rencana ini sudah bergulir sejak era Presiden
Soekarno, Soeharto, BJ Habibie dan Susilo Bambang Yudhoyono. Lokasi yang
digadang-gadang itu mulai dari Palangkaraya di Kalteng, Jonggol di Bogor,
Sidrap di Sulawesi, Banyumas di Jawa Tengah dan terakhir Penajam Paser Utara di
Kalimantan Timur. (mar/poskotakaltimnews.com)