Covid-19 dan Narkoba Menjadi Perhatian

img

(Hadi Mulyadi, Wagub Kaltim.foto:istimewa)

SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kaltim, di tengah gencarnya perhatian bangsa ini akan pandemi Covid-19 yang penularannya masih terjadi.  Pemberantasan  penyalahgunaan narkoba yang terus mengancam dan merusak generasi penerus bangsa, juga tidak boleh dilupakan dan menjadi perhatian serius.

" Oleh karena itu, kepada seluruh masyarakat Kaltim, selain mewaspadai penularan Covid-19 yang masih terjadi, juga  harus diwaspadai

penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba yang juga belum berakhir," pesan Hadi Mulyadi, saat membuka membuka Rapat Kerja (Raker)

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kaltim tahun 2021, yang gelar di Ruang Emerald  Hotel Mercure Samarinda, Rabu (27/1/2021).

Sakarang ini, kata Hadi Mulyadi,   tingkat penularan  kasus Covid-19 di wilayah Kaltim masih cukup tinggi. 10 kabupaten/kota di Benua Etam telah menjadi zona merah, dengan total jumlah terkonfirmasi bervariasi di tiap daerah.

"Tingkat penularan masih tinggi dan terjadi hampir merata di kabupaten/kota. Kita hatus meningkatkan kewaspadaan dan jangan lengah, tetap jalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menghindari kerumunan. Sehingga kita bersama bisa memutus rantai penularan Covid-19 yang masih sangat tinggi setiap harinya di Kaltim,"  papar

Selain itu, lanjut Hadi,  yang juga patut menjadi perhatian adalah penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di tengah pandemi Covid-19 yang sekarang masih terjadi.

Ditambahka, berdasarkan hasil  penelitian, menunjukan bahwa bahaya penggunaan narkotika pada saat pandemi Covid-19. Dan seseorang yang menggunakan narkotika akan menjadi orang yang rentan terhadap virus ini.

" Sehingga, para pengedar Narkotika akan memanfaatkan  orang-orang yang stress akibat pandemi ini untuk ikut terjerumus dalam pengunaan narkotika," tandasnya.

Dikatakan saat ini, bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia, masalah penyalahgunaan narkoba telah mendapat perhatian serius dari pemerintah, baik pusat maupun pemerintah daerah,  bahkan sudah dinyatakan perang terhadap Narkoba.

Menurut mantan legislator Karang Paci dan Senayan, bahaya narkoba bagi remaja dan pelajar   dapat menyebabkan efek negatif yang akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem neuro-transmitter pada susunan saraf pusat di otak.

"Oleh karena itu, upaya peran seluruh instansi pemerintah, swasta dan komponen masyarakat harus terus digerakkan dan diberikan ruang seluas-luasnya untuk menciptakan lingkungan yang bebas dan bersih dari ancaman bahaya narkoba dan memberikan rasa aman bagi masyarakat," kata Hadi Mulyadi. (mar/poskotakaltimnews.com).