Bupati Sri Juniarsih Ajak Warga Berau Bersama Laksanakan Salat Istisqa, Memohon Turunnya Hujan

img

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Ketika hujan menjadi sesuatu yang semakin dinantikan di tengah kemarau, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengajak masyarakat terutama umat Muslin untuk tidak hanya berharap, tetapi juga memperkuat ikhtiar bersama dengan melaksanakan Shalat Istisqa, yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan GOR Pemuda, pada Minggu (30/8/2026) pukul 08.00 WITA.

 

Sri Juniarsih juga mengajak jajaran TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), serta seluruh elemen hadir dan bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Kabupaten Berau segera mendapatkan curahan hujan yang cukup, membawa manfaat dan keberkahan.

 

Ajakan tersebut disampaikan ketika kondisi cuaca di Berau masih cukup kering. Dalam beberapa pekan terakhir. Minimnya hujan yang terjadi di Berau, masih belum bisa mengurasi risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah.

 

Pemerintah daerah tetap menjalankan berbagai langkah penanganan dan pencegahan karhutla, sementara masyarakat diajak mengambil bagian melalui doa dan kepedulian terhadap lingkungan.


“Ini merupakan ikhtiar dan doa kita bersama. Kita memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang cukup, membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat, lingkungan, serta seluruh makhluk hidup,” ungkap Sri Juniarsih.

 

Sri Juniarsih berharap pelaksanaan salat Istisqa dapat menjadi momentum bagi masyarakat Berau untuk memperkuat kebersamaan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

 

Menurutnya, persoalan kekeringan dan ancaman karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

 

Minimnya hujan menyebabkan kondisi lingkungan menjadi lebih kering. Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila tidak diantisipasi dengan baik. Karena itu, selain berbagai upaya teknis yang dilakukan pemerintah dalam menangani karhutla, Sri Juniarsih mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun.

 

Salat Istisqa, kata dia, menjadi salah satu bentuk ikhtiar sekaligus momentum untuk memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT. Sri Juniarsih berharap hujan yang turun nantinya tidak hanya mengakhiri kondisi kering, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Berau.

 

“Kita berharap seluruh masyarakat Muslim dapat hadir dan bersama-sama memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan. Semoga hujan segera diturunkan dan membawa manfaat serta keberkahan bagi Kabupaten Berau,” harapnya.

 

Di sisi lain, masyarakat tetap diminta tidak mengurangi kewaspadaan terhadap karhutla. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya agar dapat ditangani dengan cepat. (sep/FN/Advertorial)