Kementerian LHK Apresiasi Upaya PHM dalam Merehabilitasi DAS
(Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong melakukan dialog secara daring dengan perwakilan Kelompok Tani Hutan Kendilo Kabupaten Paser terkait Upaya Rehabilitasi DAS yang dilakukan SKK Migas-PHM)
JAKARTA, 14 September
2020 – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM),
selaku operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan Satuan Kerja Khusus
Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Pertamina
Hulu Indonesia (PHI) selaku induk perusahaan, mendapatkan apresiasi dari Wakil
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) atas pelaksanaan rehabilitasi
Daerah Aliran Sungai (DAS) di Hutan Produksi Tetap Kendilo, di Desa Suweto dan
Desa Saing Prupuk, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.
Apresiasi tersebut
diungkapkan Wakil Menteri LHK,Alue Dohong, dalam acara webinar bertajuk
Rehabilitasi DAS untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
di Masa Pandemi COVID-19, yang diselenggarakan Kementerian LHK bersama SKK
Migas dan PHM, di Jakarta, Senin(14/09).
Dalam sambutannya,
Wakil Menteri LHK, Alue Dohong memuji pelaksanaan program Rehabilitasi DAS yang
dilaksanakan SKK Migas-PHM. “Rehabilitasi DAS di Kendilo oleh pihak pemegang
Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan atau IPPKH ini menjadi sangat penting,
mengingat DAS Kendilo merupakan satu dari 12 DAS kritis di Indonesia sehingga
memerlukan upaya perbaikan lingkungan untuk mengembalikan cadangan air guna
memulihkan ekosistem di DAS tersebut,” katanya.
Pada kesempatan yang
sama, Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, mengatakan bahwa
rehabilitasi DAS merupakan program SKK Migas dan KKKS pemegang IPPKH, sebagai
salah satu pemenuhan kewajiban yang diamanatkan dalam izin tersebut. “SKK Migas
bersama 12 KKKS saat ini melaksanakan Rehabilitasi DAS seluas ±6.034,18
hektare, dan yang dikerjakan oleh PHM ini mencakup 35% dari luas areal yang
menjadi kewajiban para KKKS tersebut,” kata Fatar Yani Abdurrahman.
SKK Migas–PHM
melakukan kegiatan rehabilitasi DAS ini sejak Desember 2018 di kawasan Hutan
Produksi Tetap Kendilo di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, tepatnya di Desa
Suweto (Kecamatan Muara Samu) dan Desa Saing Prupuk (Kecamatan Batu Enggau)
seluas 2.189 hektare. Sampai dengan 10 September 2020, luas kawasan yang telah
ditanami mencapai 708 hektare dan target penanaman tahun ini akan diselesaikan
seluas 1.539 hektare. Serah terima tanaman kepada pemerintah akan dilakukan
secara bertahap, dimana penyerahan pertama direncanakan pada tahun 2021 seluas
226 hektare.
“PHM menerapkan strategi yang dinamakan PIRAMIDA TINGGI (singkatan dari: Pemberdayaan Masyarakat untuk Melestarikan Hutan demi Ketahanan Energi), yang merupakan sinergi-kolaborasi-integrasi antara para pemangku kepentingan utama dalamprogram ini. Strategi ini selaras dengan Program Nawacita dari Presiden Joko Widodo butir 6 dan 7, guna meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, serta pemberdayaan masyarakat untuk melestarikan hutan dunia,” kata PTH Direktur PHM, Danar Dojoadhi.
Strategi ini
melibatkan tiga elemen yaitu: Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP)
Kendilo, selaku pemangku kawasan Hutan Kendilo sebagai representatif dari
Pemerintah; Kelompok Tani Hutan (KTH), yang telah bermitra dalam kerangka
Perhutanan Sosial dengan KPHP Kendilo, sebagai representatif dari masyarakat;
dan PHM sebagai unit manajemen. Strategi yang diterapkan terbukti meningkatkan
efisiensi anggaran penanaman sebesar 69,64%, bila dibandingkan dengan
pengerjaan oleh pihak ketiga.
Melalui strategi ini,
PHM juga telah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat khususnya KTH,
sehingga menjadi modal berharga untuk mendukung program-program produktif KTH
seperti agro-forestry, hutan energi dan jasa lingkungan. Di samping itu, jenis
tumbuhan yang ditanam berkategori spesies tanaman multi guna, seperti durian,
nangka, cempedak, petai, jengkol dsb. Jumlah tumbuhan yang ditanam mencapai 1,1
juta bibit, yang menjadi investasi besar dan dapat dimanfaatkan langsung oleh KTH
dan masyarakat nantinya.
Dalam pemantauan
kegiatan, PHM juga telah mengembangkan inovasi teknologi berbasis digital
berupa aplikasi PARIDA (singkatan dari Penanaman Rehabilitasi DAS), yang
dioperasikan oleh KTH, sehingga dapat diklaim merupakan kontribusi kepada
Revolusi Industri 4.0 dan juga Society 5.0.
Melalui pendekatan
pembangunan berkelanjutan, kegiatan penanaman ini menjadi program yang melebihi
kepatuhan (beyond compliance), karena mampu berkontribusi pada United Nation
Sustainable Development Goal 2030, yaitu: peningkatan pendapatan masyarakat
sebesar 44%; keterlibatan perempuan yang mencapai 62,79%; penyelamatan cadangan
air; penambahan aset KTH hingga Rp550 juta; dan penyerapan emisi karbon (CO2)
223.981 ton/tahun.
SKK Migas dan PHM berharap
sinergi yang sudah terjalin akan terus meningkat dan kegiatan hulu minyak dan
gas bumi dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan DAS. Sekali lagi,
kontribusi ini merupakan komitmen SKK Migas dan PHM dalam mendukung upaya
pemeliharaan lingkungan dan peningkatan perekonomian nasional terutama yang
berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.(awi/poskotakaltimnews.com)